Lawan Bulgaria, Indonesia Krisis Gelandang Kreatif
Timnas Indonesia takluk saat menghadapi Timnas Bulgaria di final FIFA Series. Skuad Garuda krisis gelandang kreatif di laga itu.
Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria. Dalam laga final pada Senin (30/3/2026) malam WIB, gol Marin Petkov pada menit ke-37 lewat titik penalti menjadi penyebab kekalahan Skuad Garuda.
Indonesia cuma enam kali menembak dalam 90 menit waktu laga. Dari percobaan tim asuhan John Herdman itu, cuma satu yang mencapai sasaran.
Dalam catatan Lapangbola, Indonesia cuma mencatatkan empat umpan kunci di sepanjang pertandingan. Padahal, Jay Idzes dan kawan-kawan mampu menguasai bola 71 persen.
Pertahanan solid Bulgaria susah ditembus oleh Indonesia. Di daerah sepertiga akhir, tim Merah Putih jarang melakukan umpan terobosan ke tengah jantung pertahanan atau menusuk ke kotak penalti The Lions.
Serangan Indonesia monoton, dipaksa Bulgaria untuk bermain melebar di sisi sayap. Celakanya, tidak ada crossing pemain Indonesia yang tepat sasaran. Indonesia melepaskan sembilan umpan silang, namun tidak ada yang berhasil.
Di awal pertandingan, Herdman memasang Joey Pelupessy dan Calvin Verdonk sebagai duet gelandang tengah. Keduanya bukan tipe kreator serangan. Di sisi sayap, Nathan Tjoe-A-On dan Ragnar Oratmangoen beroperasi di sisi kiri, sementara Kevin Diks dan Ole Romeny ada di pos kanan.
Tak seperti laga melawan Saint Kitts & Nevis, Romeny benar-benar lebih banyak beroperasi di sisi sayap. Dia jarang menjemput bola ke lini kedua.
Pada pertandingan sebelumnya, Romeny juga piawai memainkan peran sebagai 'pemain nomor 10'. Gol pertama Beckham Putra ke gawang Saint Kitts & Nevis merupakan buah umpan terukur Romeny dari lini kedua.
Di FIFA Series kali ini, Indonesia memang


