Laporta Minta Madrid Mawas Diri usai Desak Tebas Mundur
Serangan Real Madrid kepada presiden LaLiga Javier Tebas mendapat sorotan dari Joan Laporta. Presiden Barcelona itu menilai El Real seharusnya fokus berkaca pada diri sendiri alih-alih terus menyerang pihak lain.
Pada Jumat (16/10) pekan lalu, Madrid merilis pernyataan yang mendesak Tebas untuk mundur dari jabatannya sebagai presiden LaLiga sekaligus wakil presiden Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) setelah mengeluarkan pernyataan yang menyinggung raksasa ibu kota itu lewat media sosial.
Tebas menyoroti sikap Madrid yang kerap mendiskreditkan wasit lewat kanal televisi mereka sendiri, sesuatu yang dinilai Tebas mirip dengan teknik propaganda Nazi di masa lalu. Madrid menilai pernyataan Tebas menunjukkan kurangnya netralitas dan sikap rasa hormat dari pria 64 tahun itu.
Menanggapi pernyataan Madrid, Laporta pasang badan untuk Tebas. Ia justru menyebut klub rival tidak mawas diri.
"Saya ingin mengatakan betapa beruntungnya kita memiliki Javier Tebas sebagai presiden LaLiga, sosok yang memiliki pengalaman yang dibutuhkan untuk menangani masalah-masalah seperti ini," ujar Laporta, seperti dikutip ESPN.
"Terlebih lagi, dia (Tebas) memiliki penilaian yang tepat untuk melawan serangan-serangan yang dilancarkan Real Madrid terhadap LaLiga; tampaknya mereka (Madrid) ingin menghancurkan segalanya—mereka ingin menghancurkan LaLiga, mereka ingin menghancurkan Komite Teknis Wasit; mereka juga tidak puas dengan Federasi (RFEF)-singkatnya, mereka tidak puas dengan apa pun."
"Untungnya, presiden LaLiga menyadari hal ini dan memiliki pengalaman yang diperoleh dari berbagai pertarungan untuk menangkal serangan-serangan tersebut, yang sama sekali tidak pantas dilakukan oleh sebuah klub anggota LaLiga."
"Mereka (Madrid) telah mengambil sikap


