KOI Surati Menkeu soal Efisiensi Anggaran, Tunggu Respons Purbaya
Persoalan anggaran menjadi sorotan setelah sejumlah cabang olahraga mengalami pemangkasan dana jelang agenda besar seperti Asian Games 2026 di Nagoya.
Dampaknya mulai terasa di beberapa cabor. Ada yang mengurangi agenda try out, bahkan ada atlet yang dipulangkan ke klub masing-masing karena keterbatasan dana.
Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, mengatakan federasi olahraga membutuhkan komunikasi langsung dengan pengambil kebijakan soal pembiayaan olahraga nasional.
"Jadi paska Rapat Anggota KOI kemarin, hasil kesepakatannya adalah kita harus bisa berkomunikasi langsung dengan regulator dalam hal ini pengambil kebijakan tentang pembiayaan anggaran," kata Okto saat ditemui di kawasan Sudirman, Selasa (12/5/2026).
"Dari kemarin kan belum sempat komunikasi. Saya komunikasi dengan para cabor dan mereka sepakat supaya bisa diberikan kesempatan berkomunikasi langsung dengan Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa)."
"Kami dari KOI telah bersurat per hari Senin kemarin disampaikan kepada Menteri Keuangan, Pak Purbaya. Kita nunggu sekarang kalau dikasih kesempatan berkomunikasi itu pasti akan jauh lebih baik dan saya yakin sekali Pak Purbaya pasti akan membuka diri," ujarnya.
KOI menilai dukungan anggaran menjadi faktor penting untuk menjaga prestasi olahraga Indonesia. Sebab, program latihan, training camp, hingga uji coba internasional sangat bergantung pada dukungan dana.
Indonesia sendiri akan menghadapi sejumlah agenda besar dalam waktu dekat, mulai dari Asian Games Nagoya 2026, Youth Olympic Games, Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG), hingga persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
"Saya melihat bagaimana antusiasnya dari Presiden kita Pak Prabowo yang begitu luar biasa terhadap olahraga. Tentu ini harus ditundang


