Kisah 2 Pelari Indonesia Taklukkan Dinginnya Xiamen
Olahraga lari kini sudah jadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Bahkan ada yang rela jauh-jauh ke negeri orang untuk menguji kemampuan.
Inilah yang dilakukan dua elite runner Indonesia, Rudi Febriade dan Desi Kristiani, yang tampil di ajang internasional Xiamen Marathon 2026 untuk nomor full marathon (42 KM) pada 11 Januari di Xiamen.
Event ini dikenal dengan rute khas dan indah di sepanjang tepi laut dan berhasil menarik ribuan pelari dari seluruh dunia. Rudi berhasil mencatatkan personal best sejak 2018, 2 jam 33 menit.
Sementara, Desi dengan konsistensi dan daya juang tinggi selama event mampu membukukan waktu 3 jam 39 menit. Bukan hal mudah untuk keduanya berlari di Xiamen.
Sekalipun sudah sering mengikuti maraton, Rudi dan Desi, harus menghadapi angin yang kencang dan dinginnya cuaca kota Xiamen. Apalagi rute lomba banyak di area pinggir pantai.
"Cuaca di Xiamen cukup dingin, angin yang kencang karena rute lomba berada di area pinggir pantai. Kondisi ini cukup menguras energi dan membutuhkan adaptasi ekstra selama berlari," ucap Rudi dalam rilis kepada detikSport.
Untungnya Rudi dan Desi mendapat "senjata" mumpuni untuk menaklukkan medan yang berat itu, yakni sepatu XETP tipe 160x 7.0 Pro. Sepatu lari berteknologi tinggi yang menggabungkan pelat karbon GT700 Golden (XTEP POWER) untuk meningkatkan propulsi hingga 8,7 persen, midsole XTEP ACE+ dengan rebound lebih dari 85 persen, serta XTEP DURA yang tahan hingga 2.000 kilometer berkat analisis AI.
Dilengkapi XTEP FIT sepatu ini memberikan kenyamanan dan fit presisi untuk performa maksimal di lintasan. Kebetulan XTEP merupakan sponsor Xiamen Marathon selama bertahun-tahun.
Partisipasi XTEP dalam Xiamen Marathon 2026 ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan brand


