Kemenpora Kebut Pelatnas 2 Multievent Tahun Ini
Kemenpora bergerak cepat persiapkan Pelatnas dua multievent yang masuk dalam kalender prioritas tahun ini. Adalah, Asian Games dan SEA Games termasuk untuk multiajang khusus atlet difabel.
Pernyataan itu disampaikan Menpora Erick Thohir karena tak ingin persiapan Pelatnas terganggu dengan alasan pendanaan dan waktu persiapan yang singkat.
Apalagi, Indonesia juga baru terkena dampak dari aturan baru sepakbola di Asian Games 2026. Tim-tim sepakbola yang tampil hanya dikhususkan bagi negara-negara yang lolos Piala Asia U-23 2026.
Jika mengikuti aturan tersebut,Indonesia dipastikan tidak bisa main di Asian Games 19 September hingga 4 Oktober mendatang,karena tidak lolos kualifikasi Piala Asia U-23.
Adapun KOI melalui ketuanya, Raja Sapta Oktohari, masih menunggu jawaban dari OCA (Olympic Council of Asia)atas keberatan yang mereka ajukan. Semakin lama jawaban diperoleh maka akan berpengaruh pada Pelatnas Timnas Indonesia.
Lantas bagaimana Kemenpora menyikapinya?
"Kalau dari Kemenpora, memang kan fokus kami untuk tahun ini sebenarnya ada dua. Satu, persiapan Asian Games. Makanya Pelatnas segala, bahkan evaluasi nomor emas dari mana pun, sudah hampir selesai," kata Erick Thohir di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat.
"Kami juga persiapkan buat SEA Games-nya (2027) karena tinggal satu setengah tahun. Kami tidak mau, misalnya persiapan-persiapan ini karena alasan dana, kita selalu jangka pendek."
"Nah, ini yang sekarang kami dorong, Asian Games dan SEA Games menjadi prioritas. Termasuk Asian Para Games juga menjadi prioritas," lanjutnya.
Untuk itu, Menpora berusia 55 tahun tersebut juga meminta kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk memantau perkembangan yang terjadi, termasuk dinamika mengenai nomor yang dipertandingkan,


