Juventus Sedih tapi Bangga
Juventus sedih kiprah di Liga Champions harus terhenti. Tapi di saat yang sama bangga karena sudah mengerahkan segala upaya dan nyaris petik hasil fenomenal.
Juventus hampir mengukir comeback fenomenal saat menjamu Galatasaray di Allianz Stadium, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Menuju pertandingan leg kedua play-off 16 besar Liga Champions itu, Juve tertinggal telak secara agregat 2-5.
Butuh tiga gol untuk minimal menyamakan kedudukan dulu, Bianconeri mendapatkan angin segar saat penalti Manuel Locatelli di babak pertama menipiskan selisih. Tapi kemudian kartu merah kontroversial Lloyd Kelly di menit ke-48 memberi Juve jalan yang amat terjal.
Pasukan Luciano Spalletti itu masih butuh dua gol untuk sekadar membuat situasi netral lagi. Di saat itulah, Locatelli dkk 'naik level'.
Didukung ribuan suporternya, Juventus terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang bagus. Dua gol yang dibutuhkan didapat dari Federico Gatti dan Weston McKennie, dan hasil bisa saja berbeda kalau peluang lain semisal dari Edon Zhegrova bisa terselesaikan lebah baik.
Laga pun dilanjut ke babak tambahan. Juventus lantas kecolongan oleh satu momen lengah, saat kehilangan bola di kanan berujung gol Victor Osimhen. Harus mengejar gol lagi, Juve kebobolan lagi oleh Baris Yilmaz.
Malam tadi takdir mengatakan skenario Juventus tak selesai dengan akhir bahagia. Tapi Locatelli percaya setidaknya timnya sadar betul kini mampu bermain seulet itu, di tengah kritik soal daya juang.
"Saya jujur saja rasanya seperti mau menangis, kami benar-benar yakin bisa comeback. Kami mengerahkan seluruh hati dan jiwa di laga ini, bahkan lebih dari itu," ungkap gelandang timnas Italia ini.
"Atmosfer di stadion luar biasa, ini adalah malam-malam yang terus Anda ingat. Kami


