Jacquet Dibeli untuk Masa Depan Liverpool
Manajer Liverpool Arne Slot senang betul dengan kedatangan Jeremy Jacquet. Bagi Slot, ini bukti The Reds sudah mempersiapkan diri untuk masa depan.
Jacquet jadi satu-satunya pembelian Liverpool di bursa transfer Januari dengan banderol 55 juta paun plus bonus 5 juta paun atau setara Rp 1,3 triliun dari klub Prancis Rennes.
Ini menjadikan Jacquet sebagai pemain belakang termahal kedua Liverpool setelah Virgil van Dijk. Meski demikian, tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan Liverpool menggaet Jacquet dengan harga tinggi.
Jacquet baru 20 tahun dan musim ini merupakan pertama kalinya dia tampil di kompetisi tertinggi seperti Ligue 1. Padahal Liverpool butuh bek berpengalaman yang bisa dimainkan di paruh kedua musim ini.
Sebab, mereka lagi dilanda krisis bek tengah setelah cedera panjang Giovanni Leoni dan Joe Gomez yang bolak-balik ruang perawatan. Meski demikian, Slot tidak memusingkan anggapan miring itu.
Baginya, transfer Jacquet adalah langkah tepat yang dilakukan klub demi mempersiapkan diri untuk masa depan, terutama jika ditinggal Virgil van Dijk yang selama ini jadi komandan di lini belakang.
"Tentu puas sekali. Dia bertalenta tinggi dan mungkin lebih dari itu, tapi kita bicara soal talenta karena usianya," ujar Slot seperti dilansir The Athletic.
"Kedua, karena bukan cuma kami yang meminatinya. Ini lagi-lagi pujian untuk pihak-pihak yang sudah bekerja keras mendatangkan para pemain karena kami bisa memboyong talenta hebat sepertinya," sambungnya.
"Ini jadi contoh lain dari cara kerja klub ini - kami menggaet pemain bertalenta yang kadang baru memulai kariernya atau sudah menanjak sedikit kariernya. Tapi selalu pemain muda itu bisa membuat tim ini lebih baik, tidak cuma jangka pendek tapi juga jangka panjang."
"


