Igor Tudor dan Misi Menstabilkan Tottenham
Igor Tudor ditunjuk sebagai pelatih kepala Tottenham Hotspur sampai akhir musim. Tudor ditugaskan untuk menstabilkan performa Tottenham.
Tottenham memecat Thomas Frank belum lama ini usai kekalahan dari Newcastle United. Kekalahan tersebut membuat The Lilywhites terpuruk di papan bawah klasemen Liga Inggris.
Tottenham saat ini menempati peringkat ke-16 dengan 29 poin, hanya berjarak lima angka dari zona degradasi. Bersama Thomas Frank, Tottenham hanya mencatat tujuh kemenangan, delapan hasil seri, dan 11 kali kalah dalam 26 laga di Premier League.
Tottenham lantas menunjuk Tudor sebagai pelatih sampai akhir musim. Eks pelatih Juventus itu diharapkan bisa membawa Tottenham tampil lebih konsisten.
"Igor membawa kejelasan, intensitas, dan pengalaman dalam menghadapi momen-momen menantang serta mendatangkan dampak," ujar Direktur Keolahragaan Tottenham Johan Lange.
"Target kami sederhana, menstabilkan performa, memaksimalkan kualitas di dalam skuad dan bersaing sekuat-kuatnya di Premier League dan Liga Champions."
Tudor memang punya reputasi sebagai pelatih yang menstabilkan tim yang sedang terseok-seok. Ia pernah melakukannya di Juventus dan Lazio dalam jangka pendek.
Di Lazio, Tudor mengambil alih dari Maurizio Sarri yang mengundurkan diri pada Maret 2024, dengan kontrak selama 18 bulan. Lazio saat itu ada di peringkat kesembilan Serie A setelah kalah lima kali dalam enam pertandingan.
Tudor mencatat lima kemenangan dan hanya satu kali kalah dalam sembilan pertandingan bersama Lazio. Biancoceleste pada akhirnya finis ketujuh di Serie A dan lolos ke Liga Europa.
Sementara itu di Juventus, Tudor menggantikan Thiago Motta pada Maret 2025. Bianconeri kala itu ada di peringkat kelima Serie A dan tersingkir dari Liga Champions


