Geothermal Soccer Indonesia: Ketika Sepakbola dan Panas Bumi Bersatu
Sepakbola dan panas bumi adalah dua hal yang bertolak belakang. Tapi, bagaimana ketika kedua sektor itu berkolaborasi?
Dalam rangkaian Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) ke-12, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memang lagi menggalakkan sumber energi baru dalam hal ini panas bumi.
Dalam forum itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia bisa menjadi PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) nomor satu di dunia pada 2030. Hal ini tentu tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan semua pihak, terutama masyarakat di sekitar PLTP itu.
Mitigasi isu sosial jadi hal yang harus dipikirkan masak-masak demi menghindari adanya gesekan yang tidak diinginkan, Maka dari itu, ESDM bekerja sama dengan Geothermal Soccer Indonesia (GSI) mencoba memperkenalkan teknologi panas bumi lewat lapangan hijau.
GSI merupakan pendekatan kolaboratif yang memadukan edukasi panas bumi, komunikasi sosial, dan pembinaan generasi muda melalui sepakbola.
GSI menjadi salah satu komunitas yang berperan aktif untuk melakukan mitigasi isu sosial melalui edukasi dan publikasi dengan media sepak bola serta olahraga lainnya untuk membangun relationship, connection, trust, dan collaboration antara pelaku industri panas bumi, pemerintah, generasi muda, dan masyarakat.
Melalui sesi GeoTalk bertema "Sepak Bola sebagai Jembatan Sosial di Wilayah Panas Bumi" di sela-sela IIGCE, GSI mendorong pendekatan sosial dilakukan sejak awal, berbasis kebutuhan masyarakat, dan dijalankan secara berkelanjutan.
Melalui olahraga, pendidikan energi bersih, pola hidup sehat, pengembangan generasi muda, dan community engagement, GSI ingin membawa geothermal lebih dekat kepada masyarakat.
Energi bersih bukan hanya tentang


