Gagal di Asian Games, Judo RI Pasang Alarm Jelang Kualifikasi Olimpiade
Judo Indonesia gagal meraih hasil maksimal di Asian Games 2026. Pelatih Timnas Judo Indonesia, Putu Wiradamungga Adesta, menyebut hasil tersebut menjadi alarm penting bagi tim untuk menghadapi persaingan menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Indonesia menurunkan enam judoka pada ajang multievent empat tahunan terbesar di Asia yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober lalu. Keenamnya sama-sama terhenti di babak 16 besar.
Mereka adalah Muhammad Rizqi Maulana (60 kg), Muhammad Fathur Rohman (66 kg), Sastra Darma (90 kg), I Gede Agastya Darma Wardana (+100 kg), Dinny Febriani/Chelsie (-57 kg), dan Indah Permatasari (+78 kg). "Pertama-tama saya apresiasi dulu perjuangan anak-anak kemarin sudah optimal," kata Putu dalam keterangannya kepada media.
Putu menilai salah satu persoalan yang perlu dibenahi adalah pengalaman bertanding di level Asian Games, terutama bagi judoka yang baru pertama kali tampil.
"Sebenarnya, ada beberapa part yang harus kami bisa jelaskan, terutama untuk yang teman-teman yang baru ikut pertama kali Asian Games, itu mungkin harus bisa mengerti gimana cara bermain di level yang seperti ini," ujarnya.
Putu menjelaskan tantangan yang dihadapi para judoka Indonesia bukan hanya soal kemampuan secara permainan. Detail teknis dalam pertandingan juga menjadi faktor yang bisa menentukan hasil akhir.
"Ada beberapa memang secara permainan sudah bagus dan ada memang belum bisa menemukan performa optimalnya di sini. Jadi memang ada hal kecil yang ternyata itu berakibat lawan mendominasi di lapangan."
Karena itu, Putu meminta para atlet meningkatkan persiapan, termasuk mempelajari pertandingan melalui video dan lebih cerdas dalam mengambil keputusan saat bertanding.
"Ya, mungkin di SEA Games kita bisa


