FIFA: Konflik di Timur Tengah Tak Akan Tunda Piala Dunia 2026
Kepala Operasional FIFA mengatakan bahwa Piala Dunia 'terlalu besar' untuk ditunda karena konflik Timur Tengah. Turnamen akan tetap berlanjut.
Hal tersebut diungkapkan Heimo Schirgi saat berbicara di Pusat Penyiaran Internasional di Dallas, pada Senin (9/3/2026). Schirgi secara khusus ditanya terkait Iran, yang partisipasinya di Piala Dunia tidak pasti karena perang yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap negara tersebut.
"Pada suatu saat, kami akan memiliki resolusi, dan Piala Dunia akan tetap berlangsung, tentu saja," ungkap Schirgi dilansir dari Reuters.
"Piala Dunia terlalu besar, dan kami berharap semua negara yang lolos kualifikasi dapat berpartisipasi," lanjutnya.
Schirgi juga menegaskan bahwa FIFA terus memantau situasi di Timur Tengah dengan cermat sambil bekerja sama dengan mitra federal dan internasional untuk mengevaluasi perkembangan harian.
Pekan lalu, FIFA mengatakan bahwa mereka terus memantau perkembangan di Iran beberapa bulan sebelum dimulainya Piala Dunia pada bulan Juni. Iran lolos ke turnamen tersebut lewat partisipasinya di Konferensi Sepak Bola Asia.
Iran dijadwalkan bermain melawan Belgia, Selandia Baru, dan Mesir di Grup G. Dua pertandingan ini akan digelar di Los Angeles, sisanya di Seattle.
Sementara itu, pelatih Timnas Irak Graham Arnold meminta FIFA mengubah jadwal playoff Piala Dunia 2026 yang akan digelar akhir Maret. Persiapan tim Irak dilaporkan terganggu akibat konflik bersenjata di Timur Tengah yang masih berlangsung.
Dengan alasan keamanan, penerbangan keluar masuk Iran ditutup sampai 1 April, atau sehari setelah jadwal final playoff. Akibatnya, banyak pemain yang bermain di liga lokal serta jajaran staf pelatih yang tertahan di dalam negeri.
Piala Dunia 2026 diprediksi


