Federasi Senegal Tanggapi Isu Pesta Liar Selama Piala Dunia 2026
Delegasi Senegal disebut menggelar pesta liar selama Piala Dunia 2026. Kabar ini muncul usai Singa Teranga tersingkir, federasi angkat suara meresponsnya.
Usai Senegal tersingkir di Piala Dunia 2026, beredar laporan delegasinya menggelar pesta liar selama di Amerika Serikat. Pejabatnya disebut mabuk-mabukan, mengundang tamu di luar kepentingan, hingga belanja barang-barang mahal.
Di akun media sosial resminya, Federasi Sepakbola Senegal (FSF), merilis pernyataannya. Mereka secara tegas membantah tuduhan tersebut.
"Federasi Sepakbola Senegal ingin menginformasikan kepada rakyat Senegal, serta opini publik nasional dan internasional, tentang pelanggaran serius yang terjadi di media setelah partisipasi tim nasional dalam Piala Dunia FIFA 2026 yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko," tulis pernyataan FSF.
"Sejak kemarin, sebuah artikel fitnah berjudul "Dunia para pejabat federal di AS: malam-malam gala, botol-botol alkohol antik, kehadiran 'teman-teman terhormat' dalam menu" telah diterbitkan dan dibagikan secara besar-besaran di jejaring sosial dan media digital."
"Isi publikasi ini secara tegas menuduh para pemimpin FSF melakukan perilaku yang sangat serius, yang sepenuhnya bertentangan dengan integritas, etika, dan martabat jabatan mereka. FSF secara resmi dan tegas membantah keabsahan klaim palsu ini, yang tujuan utamanya adalah untuk mendiskreditkan lembaga tersebut," tegas FSF.
FSF akan mengambil langkah hukum buat mereka yang menyebarkan kabar ini. Mereka sudah melaporkannya ke Jaksa Penuntut Umum di Dakar pada Jumat (3/7) waktu setempat.
"Menghadapi kampanye media terkoordinasi ini yang menyebabkan kerusakan besar pada reputasinya di kalangan rakyat Senegal, keluarga, FIFA, CAF, mitra


