Fabregas Gak Buru-buru, Mau ke Premier League 12-15 Tahun Lagi
Nama Cesc Fabregas mulai melambung sebagai pelatih dan sudah dikaitkan dengan klub top Premier League. Ia pun mau melatih di Inggris, tapi nanti dulu.
Fabregas melejit sebagai pelatih bersama Como. Ia memoles klub milik pengusaha Indonesia, Hartono bersaudara, itu menantang untuk posisi Eropa.
Saat ini Como menempati posisi enam klasemen Liga Italia dan masih berkesempatan lolos ke Liga Champions. Jika bisa mewujudkannya, itu akan jadi pencapaian terbaik klub Lombardia tersebut.
Andaipun gagal, finis di zona kompetisi Eropa lain seperti Liga Europa atau UEFA Conference League juga sudah menjadi pencapaian tersendiri. Itu sudah akan menjadi suntikan pengalaman penting buat skuad I Lariani.
Tapi melejitnya Fabregas bukan semata-mata karena hasil-hasil. Ia juga menjadi salah satu dari generasi pelatih baru di Italia yang memperbarui pendekatan permainan.
Como melandaskan permainan di penguasaan bola, tapi juga menekankan pentingnya kecepatan mengalirkan bola dan vertikalitas. Fabregas ingin timnya memancing tekanan lawan dan jeli melihat celah yang terbuka.
Como bermain agresif dan Fabregas punya pemain-pemain muda yang siap menjalankan idenya. Kombinasi ide dan hasil di lapangan ini yang lantas bikin Fabregas mendapatkan minat dari Inggris, termasuk Chelsea yang kini mencari manajer tetap baru.
"Premier League itu liga terbaik di dunia. Saya sudah selalu jelas tentang itu. Saya merasakannya sebagai pemain, sebagai pelatih, dan sebagai penggemar," jawab Fabregas soal melatih di Premier League.
"Tapi (Jose) Mourinho pernah bilang suatu hari saat saya masih di Chelsea, bahwa saya masih punya 30 tahun untuk bekerja. Jadi saya bisa di sini selama 10 tahun lagi, dan masih bisa ke Premier League dalam 12, 15 tahun."
"Sepakbola


