Eks Real Madrid: Vinicius Bukan Korban Insiden di Markas Benfica
Insiden dugaan rasisme yang menimpa Vinicius Junior di markas Benfica disorot eks Real Madrid Tote. Menurutnya Vini bukan korban dalam kasus ini.
Vinicius diduga jadi korban rasisme pemain Benfica Gianluca Prestianni dalam laga Liga Champions di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026). Kejadian itu terjadi tak lama setelah Vini mencetak gol kemenangan Los Blancos 1-0 pada menit ke-50.
Prestianni dituding memanggil Vinicius dengan sebutan 'monyet'. Vinicius sampai mengadu ke wasit dan mogok main, sebelum akhirnya dibujuk untuk melanjutkan pertandingan.
Gianluca Prestianni banjir kecaman karena dituduh menghina Vinicius secara rasial. Pemain asal Argentina itu membantah rasis ke Vinicius dan menuding semua tuduhan kepadanya keliru.
Dugaan rasisme Prestianni kepada Vinicius ikut disorot Tote. Jebolan akademi Real Madrid yang debut ke tim senior pada 1999 ini menilai perlu ada analisis lebih jauh yang berimbang.
"Saya rasa Vinicius bukanlah korban dalam cerita ini. Saya mengutuk penghinaan tersebut, tetapi menurut saya ada banyak kehebohan atas apa yang terjadi," kata Tote, dilansir dari media Portugal A Bola.
"Saya juga tidak setuju dengan itu [Vinicius mogok main]. Ada banyak orang yang melakukan perjalanan jauh, yang mengeluarkan uang untuk menonton pertandingan," pria bernama lengkap Jorge Lopez Marco itu menambahkan.
"Anda tidak bisa begitu saja meninggalkan lapangan. Anda harus bermain dan menunjukkan kemampuan Anda, seperti yang dia lakukan dengan gol hebat yang dicetaknya," tegasnya.
Tote menyimpulkan perilaku saling melemparkan hinaan antara Vinicius dengan Prestianni melekat dengan dunia sepakbola. Alhasil, dibutuhkan kedewasaan untuk menghadapinya.
"Seringkali lawan melakukannya untuk menyingkirkan Anda dari lapangan,


