Eks Presiden Barca: Uang Penjualan Neymar Dipakai untuk...
Barcelona sempat kecipratan uang banyak dari penjualan Neymar ke Paris Saint-Germain pada 2017 silam. Eks presiden Josep Maria Bartomeu kini buka suara untuk apa dana itu dihabiskan.
PSG menebus kalusul pelepsan Neymar seharga 222 juta Euro pada sembilan tahun silam, menjadikan penyerang Brasil itu pemain termahal dunia, rekor yang masih bertahan hingga kini.
Dengan uang sebanyak itu, Barca sejatinya bisa melakukan banyak hal untuk memperkuat tim. Namun Bartomeu menggunakannya untuk mendatangkan dua pemain bintang, yakni Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund dan Philippe Coutinho dari Liverpool.
"Pasar transfer terjadi inflasi yang disebabkan oleh klub-klub Premier League dan klub-klub milik negara seperti PSG dan (Manchester) City," kata Bartomeu, dikutip Tribuna.
"Kami memiliki tim terbaik di dunia, dan para pemain kami terus-menerus menerima tawaran. Tim-tim lain ingin membubarkan skuad Barca."
"Sewaktu klausul pelepasan Neymar dibayarkan, kami mengalami momen yang sulit, terutama ketika, beberapa hari kemudian, kami mengetahui bahwa tim lain bersedia membayar klausul (Lionel) Messi sebesar 400 juta Euro."
"Staf pelatih meminta Dembele kepada kami. 105 juta Euro ditambah 30-35 juta Euro dalam bonus masih terjangkau karena dia masih sangat muda. Dia memulai dengan baik tetapi langsung cedera."
"Xavi sudah mengatakan bahwa dia akan luar biasa, dan dia telah membuktikannya di PSG. Dia sudah menjadi pemenang Ballon d'Or. Coutinho datang karena (Andres) Iniesta memberi tahu kami bahwa dia akan pergi. Staf pelatih menyarankan perekrutan itu. Kami mampu membelinya," pungkas Bartomeu, yang mundur pada 2020.
Coutinho direkrut seharga 135 juta Euro, namun hanya bertahan 4 tahun sampai awal 2022, itu pun termasuk masa


