Ditinggal Mbappe, PSG Malah Dua Kali Finalis UCL
Ironis betul nasib Kylian Mbappe. Klub lamanya, Paris Saint-Germain, malah dua kali jadi finalis Liga Champions setelah dia pergi.
PSG baru saja memastikan kelolosan ke final Liga Champions 2025/2026 usai menyingkirkan Bayern Munich. Mereka bermain imbang 1-1 pada leg kedua, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB, untuk menang agregat 5-4.
Ini jadi kali kedua secara beruntun untuk PSG menjadi finalis, setelah menjuarai turnamen itu musim lalu, atau yang ketiga dalam enam tahun teralhir. Kala itu PSG menang telak 5-0 atas Inter Milan.
Uniknya adalah keberhasilan PSG jadi finalis ini didapat setelah kepergian Mbappe. Bersama Mbappe, PSG cuma sekali jadi finalis pada 2020, sebelum kalah 0-1 dari Bayern Munich di final.
Selain itu, PSG lebih banyak gagal dengan hanya dua kali jadi semifinalis dan lebih banyak terhenti di babak 16 besar. Sementara saat Mbappe datang pada musim panas 2014, Madrid saat itu berstatus juara bertahan.
Bersama Mbappe dalam dua tahun terakhir, Madrid justru gagal karena selalu terhenti di perempatfinal. Usai disingkirkan Arsenal musim lalu dengan agregat 1-5, Madrid didepak Bayern musim ini dengan agregat 4-6.
Keinginan Mbappe untuk meraih trofi si Kuping Besar pertamanya lagi-lagi gagal, sementara PSG justru dua kali melaju ke final setelah ditinggal.
Situasi ini makin menguatkan fakta bahwa Mbappe memang membawa sial untuk Madrid. Bahkan Mbappe dituding sebagai penyebab perpecahan di internal tim saat ini.
Apalagi Mbappe dinilai kerap egois saat bermain dan tidak mau membantu rekan-rekannya saat bertahan. Sejak Mbappe gabung, Madrid selalu gagal meraih trofi termasuk potensi nirgelar lagi musim ini.
Mbappe oh Mbappe.
Saksikan Live DetikSore:


