Deja Vu Buruk Liverpool di Istanbul
Liverpool kalah saat bertandang ke markas Galatasaray di leg pertama 16 besar Liga Champions. The Reds menelan deja vu buruknya di Istanbul.
Kekalahan Liverpool terjadi pada Rabu (11/3/2026) dini hari WIB. Anak asuh Arne Slot tumbang 0-1 di Rams Park, usai dibobol Mario Lemina di menit ke-7.
Itu menjadi kekalahan ketiga Liverpool di markas Galatasaray. Dua kekalahan sebelumnya ditelan pada 2025 dan 2006.
Pada 2006, Liverpool pulang dengan kekalahan 2-3 di Stadion Ali Sami Yen, saat bertanding di fase Grup Liga Champions 2006/2007.
Kekalahan kedua terjadi tahun lalu. Liverpool juga kalah 0-1 dari Galatasaray di Istanbul.
Jika ditotal, Liverpool bahkan memang belum pernah menang. Catatan terbaiknya cuma imbang pada tahun 2002.
Dini hari tadi, Liverpool memang kesulitan meladeni Galatasaray. Mohamed Salah dkk mendapat perlawanan sengit.
Statisik mencatat, Liverpool dan Galatasaray sama-sama membuat 15 tembakan di laga tersebut. Si Merah unggul jumlah shot on target dengan 6 tembakannya tepat sasaran.
Kekalahan ini disorot Arne Slot, yang mengakui Liverpool memang kesulitan di Istanbul. Secara khusus ia menyebut atmosfernya memang cukup mengintimidasi.
"Ini seperti deja vu yang buruk. Skornya sama dengan pertandingan tiga bulan lalu, tapi kami bermain di mana kami sebenarnya bisa mencetak lebih banyak gol. Kami menciptakan banyak peluang; meski juga banyak yang terbuang. Kami bermain sangat baik di 15 menit pertama. Tapi kami tidak bisa mencetak gol," sesal Slot, mengutip situs resmi UEFA.
"Ini adalah stadion yang sangat sulit. Baik bagi pemain lawan maupun pelatih lawan. Sulit untuk berkonsentrasi dan sulit untuk berkomunikasi. Galatasaray sangat beruntung memiliki atmosfer seperti ini," katanya.
Liverpool harus membalas


