City Tak Lagi Bergantung pada Rodri
Perlahan Manchester City mulai bisa hidup tanpa Rodri. Statistik musim ini membuktikan demikian.
Sejak tiba di Stadion Etihad pada musim panas 2019, Rodri menjadi bagian penting dalam kesuksesan City. Pernyataan bahwa tim asuhan Guardiola lebih baik saat dia bermain ketimbang dia absen sulit dibantah.
Saat memenangi Premier League empat musim beruntun (2021 hingga 2024), Rodri hanya tujuh kali abbsen dalam skuad pertandingan, tiga di antaranya karena skorsing. Kebugarannya sebagai gelandang bertahan jadi faktor kunci kestabilan lini tengah City.
Namun begitu Rodri menderita cedera ACL pada awal musim lalu, City langsung kelimpungan. Badai cedera yang menimpa pemain lain makin memperkeruh situasi. The Citizens sempat hanya meraih satu kemenangan dalam 13 laga di pengujung 2024.
Akhirnya City mengakhiri musim 2024-25 tanpa gelar mayor dan hanya finis ketiga di klasemen akhir Liga Inggris, itu pun setelah berbelanja banyak pemain di bursa transfer musim dingin 2025 demi memperbaiki performa tim di lapangan.
Pada musim 2025-26, Rodri sudah kembali rutin main, namun sempat absen dalam sejumlah laga karena cedera. Meski begitu, City tampak sudah belajar banyak dari musim lalu, terutama di Liga Inggris.
Berbeda dengan musim lalu, pada periode sekarang di musim ini City masih bersaing memperebutkan gelar meski konsistensi kerap menjadi masalah. Saat Rodri absen pun mereka tetap bisa menang.
BBC mencatat dalam 34 laga di Liga Inggris yang sudah dijalani musim ini, City hanya memenangi 10 dari 20 laga saat ada Rodri. Tujuh berakhir imbang dan tiga lainnya kalah. Namun dalam 14 laga lain yang Rodri lewatkan, City berhasil meraih 11 kemenangan, sekali imbang, dan dua kali kalah.
Saat Rodri bermain, City mencetak 31 gol dan kebobolan


