Chelsea Mencoba Tutup Telinga di Tengah Kegaduhan
Rentetan hasil buruk bikin Chelsea dikritik keras. The Blues mencoba menutup telinga dan fokus ke laga lawan Manchester United.
Chelsea menelan lima kekalahan dalam enam pertandingan terakhirnya. Satu-satunya kemenangan di periode itu dipetik atas tim League One alias divisi tiga, Port Vale, di Piala FA.
Hasil-hasil itu memperkuat sorotan tajam terhadap klub London barat tersebut. Kabarnya para suporter hendak menggelar protes sebelum laga lawan MU, Minggu (19/4/2026) dini hari WIB.
Protes itu memang tidak spesifik diarahkan ke tim, melainkan ke para petinggi termasuk pemilik. Mereka dinilai tak punya visi yang jelas, kebijakan yang inkonsisten, dan tak ada sosok yang benar-benar mengambil tanggung jawab.
Namun tak bisa dipungkiri ini bisa berdampak ke tim. Manajer Chelsea Liam Rosenior menegaskan fokusnya saat ini menjaga tim tetap fokus ke laga-laga berikutnya.
"Kebisingan di luar itu bukan sesuatu yang bisa Anda kendalikan. Hal-hal yang bisa Anda kontrol, semangat kami, yang menurut saya tak pernah bisa dipertanyakan," ujarnya dikutip BBC.
"Khususnya di laga lawan Manchester City. Kami menghadapi, mungkin tim paling panas di negeri ini, dan selama 50/55 menit kami ada di pertandingan, bisa dibilang jadi tim yang lebih baik, lalu sebuah momen terjadi dan kami kehilangan kepercayaan diri."
"Tim ini kompak. Kami bersatu padu, kami semua ingin sukses bareng-bareng. Itu bukan hal yang dipertanyakan saat ini."
Saksikan Live DetikPagi:


