Calon Lawan Madrid di Play-off UCL: Ujian Dingin Bodo/Glimt atau Teror Benfica
Fase liga Champions League 2025/2026 resmi berakhir, fokus kini tertuju pada babak knockout play-off. Raksasa Spanyol, Real Madrid, terpaksa menempuh jalur terjal ini setelah gagal mengamankan posisi di delapan besar klasemen.
Sesuai format baru, tim peringkat 9-16 akan menjadi unggulan (seeded) dan bakal diundi untuk menghadapi tim peringkat 17-24 (non-unggulan).
Sebagai tim peringkat ke-9 di klasemen akhir fase liga, Los Blancos dipastikan melakoni laga dua leg hidup-mati demi tiket 16 besar.
Pada babak play-off, UEFA membagi tim ke dalam dua kelompok berdasarkan posisi akhir fase liga:
Peringkat 9-16: berstatus unggulan
Peringkat 17-24: non-unggulan
Lantas, siapa saja yang berpotensi merepotkan sang raja Eropa?
Pada babak play-off ini, tim unggulan seperti Real Madrid mendapatkan keuntungan dengan memainkan leg kedua di kandang sendiri, Santiago Bernabeu. Namun, status unggulan bukan jaminan laga akan berjalan mudah.
Berdasarkan klasemen akhir fase liga, Real Madrid akan diundi untuk menghadapi tim posisi ke-23 atau ke-24 :
Di atas kertas, Real Madrid tentu lebih diunggulkan. Namun, Madrid wajib waspada.
Bodo/Glimt menawarkan tantangan non-teknis yang tak bisa dianggap remeh. Perjalanan jauh, suhu dingin, dan intensitas permainan menjadi faktor yang kerap menyulitkan tim tamu.
Madrid dituntut tampil disiplin, terutama pada leg pertama, agar tidak terjebak skenario sulit sebelum laga penentuan.
Sementara itu, Benfica menghadirkan ancaman berbeda. Klub Portugal tersebut sarat pengalaman di kompetisi Eropa dan memiliki atmosfer stadion yang penuh teror, menekan kubu lawan.
Duel melawan Benfica juga berpotensi menjadi laga berintensitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun mental, mengingat sejarah panjang kedua klub di


