Bukan soal Takhayul, Mourinho Belum Mau Selamati Chivu
Cristian Chivu dan Inter Milan tinggal sejengkal dari juara Liga Italia. Mantan pelatih Inter, Jose Mourinho, keukeuh belum mau memberi selamat pada Chivu.
Sampai giornata 34, Inter masih Capolista dengan perolehan 79 poin. Nerazzurri unggul 10 poin dari juara bertahan Napoli (2), dan 12 poin dari AC Milan (3).
Dengan situasi ini, Inter hanya membutuhkan empat poin saja di empat laga sisa untuk merebut Scudetto. Namun, Lautaro Martinez dkk bisa langsung juara bahkan tanpa bertanding apabila Napoli dan Milan sama-sama kalah dari lawan-lawannya, yang bermain lebih dulu.
Apabila Inter Milan juara nanti, maka Cristian Chivu berarti akan jadi pemenang di musim pertamanya. Chivu mengikuti torehan Mourinho saat juara back to back selama dua musim membesut La Beneamata pada 2008-2010.
Jose Mourinho, yang kini menangani Benfica, memuji kiprah allenatore 45 tahun itu. Meski begitu, Mourinho baru akan memberi selamat kepada mantan pemainnya itu jika Inter sudah pasti juara.
"Saya kira dia itu sangat cerdas: dia tidak berangkat dari lapangan ke bangku cadangan dari satu pekan ke pekan lainnya seperti mantan pemain-pemain lainnya," ucap pelatih top Portugal ini kepada Sportsmediaset.
"Cristian itu menghabiskan bertahun-tahun dengan tim muda, dengan Privamera, dia belajar, dia mengambil kursus. Dia mendapatkan pengalaman singkat di sebuah klub seperti Parma, di mana dia punya tekanan dan tangung jawab lebih sedikit," sambung Jose Mourinho.
"Dia tiba di Inter di tengah situasi kurang stabil dan bekerja dengan baik untuk memenangi Scudetto di musim pertamanya. Apakah saya sudah menyelamati dia? Tidak, kita semua tahu dia akan memenanginya, tapi dia kan harus memenanginya."
"Saya bukannya percaya takhayul, tapi saya percaya di dalam


