Bos Como: Cuma Masalah Waktu Serie A Kembali Populer Seperti Liga Inggris
Liga Italia saat ini kalah pamor dari Liga Inggris. Bos Como, Mirwan Suwarso, meyakini Serie A mampu merebut kembali status tersebut, meski membutuhkan waktu.
Dalam beberapa tahun terakhir, Liga Italia dinilai kurang menarik karena tidak banyak pemain terbaik dunia yang berlaga di kompetisi sepak bola Negeri Menara Pisa tersebut.
Bahkan, muncul pandangan bahwa Liga Italia kerap menjadi wadah bagi pemain yang memasuki pengujung karier. Kehadiran Luka Modric di AC Milan menjadi salah satu contohnya.
Sebaliknya, Liga Inggris bertabur bintang. Sederet pemain top meramaikan Premier League, seperti Erling Haaland, Enzo Fernandez, Bruno Fernandes, Alexander Isak, hingga Morgan Rogers.
Tak heran jika Liga Inggris mengantongi pendapatan fantastis dari hak siar yang saat ini menembus angka Rp76 triliun.
Pada era 1990-an, Liga Italia pernah menyandang predikat kompetisi paling elite di Eropa. Oleh karena itu, Mirwan optimistis siklus emas Liga Italia akan kembali berputar, meski membutuhkan waktu.
"Waktu. Saya pikir kita membutuhkan waktu," ujar Mirwan dikutip dari Football Italia.
"Saya sangat percaya bahwa setiap produk, sama halnya dengan setiap perekonomian, bersifat siklis. Premier League mungkin berada di puncak saat ini, tetapi Serie A juga pernah berada di posisi itu. Tidak ada yang bertahan di puncak selamanya, dan bahkan saat kita berbicara sekarang, perbandingan Serie A dari tahun lalu ke tahun ini ibarat siang dan malam."
"Tim-tim menjadi lebih menyerang. Begitu banyak pemain muda, begitu banyak pemain ofensif yang menarik, tanpa seorang pun yang mungkin melakukannya secara sengaja," ujarnya menambahkan.


