Belum Memutih dan Rontok Rambutmu, Carrick?
Setelah separuh akhir musim lalu yang indah, Michael Carrick menghadapi situasi lebih sulit di Manchester United. Musim ini tekanan mulai bertumpuk.
Manchester United sedang diterpa badai di awal musim ini. Setan Merah tanpa kemenangan di enam pertandingan terbarunya (3 seri, 3 kalah).
Secara keseluruhan, baru dua kemenangan dipetik dalam 10 pertandingan semua kompetisi. Masing-masing dari tim promosi Premier League Ipswich Town dan debutan Liga Champions Sabah FK.
Rentetan hasil ini tak ayal langsung menghadirkan tekanan masif. Ketegangan bahkan sudah terasa di dalam tim, ketika bek Lisandro Martinez secara terbuka mengkritik Direktur Teknis Jason Wilcox.
Sementara itu, posisi Michael Carrick mulai digoyang isu pergantian manajer. Salah satu nama yang santer dikaitkan dengan posisinya adalah Antonio Conte, yang kebetulan sedang menganggur.
Mantan penyerang MU Teddy Sheringham percaya Carrick sudah mengantisipasi situasi ini. Sebab beberapa manajer sebelumnya sudah melalui jalan yang berat juga.
"Tekanan di Manchester United itu besar banget. Ekspektasinya mungkin belum terasa saat ini, tapi di dalam klub dan di antara para suporter selama bertahun-tahun, mereka tak akan senang dengan peringkat empat, tiga, atau dua," kata Sheringham dikutip Football365.
"Di dalam dan di sekitar klub, tekanannya sudah sangat besar tanpa perlu pihak-pihak luar ikut campur dengan bilang Manchester United tidak cukup bagus. Siapapun di dalam Man United, yang sudah terlibat dengan Man United, tahu tekanan semacam apa saat main buat Man United."
"Ke manapun Anda pergi, orang-orang ingin mengalahkan Anda. Dan Michael tahu itu, dia pernah jadi pemain. Akan menarik untuk tahu sampai kapan rambutnya tetap bagus dan gelap serta klimis di tepi


