Barcelona Cuma Dapat 'Receh' dari Kompensasi Cedera Raphinha
Barcelona berpeluang mendapat kompensasi dari FIFA terkait cedera yang diderita Raphinha saat membela Timnas Brasil akhir Maret lalu. Namun jumlahnya tak sebanding dengan potensi pemasukan yang terancam hilang dengan absennya sang winger.
Raphinha mengalami cedera hamstring sewaktu Brasil kalah 1-2 dari Prancis dalam laga persahabatan pada 26 Maret silam. Ia pun terancam absen sekitar lima pekan.
Kondisi ini membuat Barca berang karena Raphinha tumbang di periode krusial musim ini, terutama di Liga Champions. Ia kemungkinan besar takkan main dalam dua laga perempat final melawan Atletico Madrid pada 8 dan 14 April.
Laga itu amat penting bagi Barcelona karena tak cuma untuk menjaga kans juara, namun juga demi pemasukan klub. Diketahui, ada tambahan 15 juta Euro yang akan masuk ke kantong Barca jika lolos ke semifinal.
Namun jika Barca tersingkir dan absennya Raphinha menjadi salah satu faktor, maka akan terasa pahit bagi raksasa Catalan itu karena kompensasi yang diberikan FIFA hanya 'receh' jika dibandingkan uang yang hilang.
Aturan Skema Perlindungan Klub dari FIFA yang bertujuan melindungi klub dari kerugian akibat cedera pemain saat memperkuat timnas memang memberikan ganti rugi kepada klub terdampak, namun tak signifikan untuk tim dengan pengeluaran sebesar Barca.
Biaya maksimal yang bisa didapat dari cederanya seorang pemain saat memperkuat timnas adalah 7,5 juta Euro, itu pun harus absen selama setahun. Lalu bagaimana dengan Raphinha?
Klub tidak akan memperoleh ganti rugi jika cedera sang pemain kurang dari 28 hari. Jika lebih dari itu, klub akan menerima maksimal 20.548 Euro per hari, dihitung mulai dari hari ke-29.
Semisal Raphinha absen lima pekan alias 35 hari, maka Barca hanya mendapat uang kompensasi selama


