Arteta: Mau Sepakbola Indah? Pergi Saja ke Negara Lain
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa gol tetaplah gol dalam situasi apapun. Dia menyinggung bahwa kalau mau permainan indah tak perlu melihat ke Premier League.
Manajer Liverpool, Arne Slot, menjadi sosok yang seolah paling anti dengan gol dari bola mati. Pada akhirnya, jumlah gol Si Merah dari bola mati terus meningkat.
Pelatih asal Belanda itu berdalih tidak menikmati Premier League dan gol-gol bola mati yang diciptakan timnya. Dia lebih suka sepakbola indah yang diperagakan Barcelona pada 10-15 tahun lalu.
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, sebelumnya juga mengeluhkan perkara sepak pojok dalam kekalahan melawan Arsenal 1-2. Si Biru kebobolan lewat gol-gol situasi korner yang diciptakan Meriam London.
Uniknya, Liam malah menyampaikan bahwa gol bisa tetap dinikmati dalam situasi apapun, namun aturan sepak pojok harus dievaluasi. Hal itu diutarakan dalam konferensi pers jelang melawan Aston Villa pada tengah pekan ini.
"Saya pikir itu adalah keindahan sepak bola. Anda bisa melakukannya dengan banyak cara berbeda. Tidak ada cara benar atau salah untuk bermain sepak bola bagi saya," kata Liam.
"Saya yakin ketika kami mencetak gol dari sepak pojok kemarin, para penggemar kami tidak peduli seperti apa bentuk gol itu. Saya yakin para penggemar Arsenal juga tidak peduli seperti apa bentuk gol mereka. Yang terpenting dalam pertandingan adalah kemenangan," sambungnya.
Arteta kemudian menjawab terkait cibiran bola mati. Dia menegaskan gol tetaplah gol dan kalau mau permainan indah bisa pergi ke negara lain.
"Saya tidak tahu bagaimana Anda bisa merayakan satu gol secara berbeda dari gol lainnya. Mungkin di YouTube, satu gol terlihat lebih bagus daripada gol lainnya," kata Arteta yang dikutip dari situs resmi Arsenal.
"Real


