Angkat Besi Indonesia Absen di Kejuaraan Asia 2026
Indonesia dipastikan tak menurunkan wakilnya di Kejuaraan Asia Angkat Besi 2026. Kelas yang dipertandingkan berbeda dengan nomor Olimpiade jadi salah satu alasannya.
Jadwal kejuaraan internasional angkat besi sejatinya akan dimulai April ini. Asian Championship yang dihelat di India, 1-10 April mendatang menjadi agenda pertama di tahun ini.
Namun, Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) memastikan tak menurunkan lifter-lifternya di ajang tersebut.
"Kami tidak mengirim (atlet) ke India. Salah satu faktornya karena Kejuaraan Asia masih pakai kelas yang lama, sementara nanti ada kelas baru (Olimpiade)," kata Manajer Tim Angkat Besi Pura Darmawan kepada detikSport, Kamis (19/2/2026).
Total ada 16 kelas yang rencananya dipertandingkan di Kejuaraan Asia tahun ini. Masing-masing terdiri dari delapan kelas kategori putra dan putri.
Kategori putra terdiri dari 60kg, 65kg, 71kg, 79kg, 88kg, 94kg, 110kg, +110kg. Sementara di bagian putri terdiri dari 48kg, 53kg, 58kg, 63kg, 69kg, 77kg, 86kg, +86kg.
Sementara, Olimpiade kini sudah menerapkan lima kelas baru. Pada sektor putra, kelas yang dipertandingkan meliputi 65kg, 75kg, 85kg, 95kg, 110kg, dan +110kg. Sementara sektor putri yaitu 53kg, 61kg, 69kg, 77kg, 86kg, dan +86kg.
Pura menjelaskan, Rizki Juniansyah dan kawan-kawan lebih baik difokuskan untuk mengikuti Asian Games di Aichi-Nagoya pada September mendatang. Kebetulan nomor yang dimainkan juga merupakan kelas baru Olimpiade.
Selain Rahmat Erwin Abdullah yang merupakan satu-satunya lifter Indonesia penyumbang medali emas di Asian Games 2022, Indonesia kini memiliki jagoan baru yaitu Rizki Juniansyah. Peraih medali emas Olimpiade 2024 Paris.
"Karena memang target kita di tahun ini, dan target pemerintah kepada


