Anfield Tak Bertaji Lagi
Anfield dikenal sebagai salah satu stadion yang paling menyulitkan buat tim-tim lawan Liverpool. Tapi pamor itu kini makin redup.
Faktanya, musim ini tim-tim yang berkunjung ke Anfield malah leluasa membawa pulang poin, seolah markas Liverpool itu adalah toko oleh-oleh. Nottingham Forest dan Fulham membawa satu poin, Manchester City malah meraup angka penuh semalam.
Liverpool di sisi lain belum meraih kemenangan di rumahnya sendiri. Dua kemenangan yang didapat pasukan Andoni Iraola seluruhnya dari laga tandang.
Ini menandai betapa kegarangan Anfield kian turun belakangan ini. Statistik Opta menunjukkan bahwa sejak musim 2023/2024, persentase menang Si Merah di Anfield mengalami penurunan.
Pada musim 2023/2024 yang merupakan musim terakhir Juergen Klopp, peluang menangnya mencapai 78,90%. Itu turun ke 73,70% pada tahun pertama di bawah Arne Slot ketika mereka juara dan anjlok ke 52,60% musim lalu.
Memang musim ini masih panjang, tapi angka-angka sejauh ini sudah memberikan gambaran seberapa banyak pekerjaan rumah mereka. Anfield perlu menjadi benteng lagi jika Liverpool ingin mulai bangkit.
Sebagai catatan, sepanjang sejarah Premier League, tim-tim tandang punya persentase menang yang lebih rendah (12,5%) dibandingkan di stadion lain.
"Saat ini, mereka adalah lawan yang mudah ditaklukkan. Mereka punya kebanyakan pemain yang terlalu 'baik', dan mereka harus mengubah hal itu," ungkap mantan bek Liverpool Stephen Warnock di BBC.
"Liverpool masih punya banyak pekerjaan rumah. Saat ini mereka kekurangan sosok pemimpin, selain Virgil van Dijk yang kerap memberikan instruksi dengan lantang."


