Ancelotti: Pemain Madrid Susah Diatur? Omong Kosong
Carlo Ancelotti angkat bicara soal isu pemain Real Madrid yang sulit diatur. Dia mengaku tidak pernah menemui hambatan itu selama melatih Los Blancos.
Madrid memang bermasalah dengan pelatih sejak awal musim. Bersama Xabi Alonso, Madrid sejatinya berada di trek yang benar sampai adanya perselisihan dia dengan Vinicius Junior di El Clasico Oktober lalu.
Sejak saat itu ruang ganti Madrid tidak lagi harmonis dan berujung pemecatan Alonso awal tahun. Alvaro Arbeloa yang jadi pengganti sempat menunjukkan tanda-tanda positif di awal.
Tapi, seiring waktu berjalan, Arbeloa juga kesulitan mengendalikan ruang ganti yang berujung perselisihan antarpemain. Puncaknya adalah ribut-ribut Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni pekan lalu.
Inilah penyebab utama mengapa Madrid kembali nirgelar musim ini dan posisi Arbeloa sudah pasti diganti pelatih baru musim depan. Kandidat terkuat adalah Jose Mourinho yang dianggap bisa menyatukan lagi para pemain.
Ancelotti yang punya dua periode sebagai pelatih Madrid punya analisa tersendiri soal itu. Menurutnya, persoalan itu terlalu dibesar-besarkan karena dia tidak pernah menemui adanya pembangkangan dari para pemain.
"Yang saya baca sepertinya pemain-pemain Madrid bertindak sesuka hati. Itu tidak benar. Omong kosong. Benar-benar omong kosong," ujar Ancelotti kepada The Athletic.
"Tidak benar! Ketika saya ada di sana, saya punya ide dan selalu berdiskusi dengan para pemain, lalu saya lihat apakah mereka setuju atau tidak. Kami bahkan melakukan ini di final Liga Champions," sambungnya.
"Para pemain selalu jadi bagian dari ide saya. Saya tidak ingin membocorkan strategi. Tapi itu bukan berarti kami tidak punya strategi," samb ungnya.
"Bicara dengan pemain itu bukan berarti lemah. Itu penting


