Acosta Memang Harapkan Hujan di Phillip Island, tapi Tak Pakai Angin Kencang!
Pedro Acosta mengaku memang berharap hujan turun di MotoGP Australia 2026. Tapi pebalap KTM itu tidak menyangka cuaca di Phillip Island bakal sedemikian buruk hingga akhirnya balapan utama dibatalkan akibat kendala jarak pandang yang menghambat operasional helikopter medis.
Acosta menganggap kondisi basah bisa membuka peluang baginya untuk bersaing memperebutkan podium, bahkan kemenangan. Sayangnya, hujan yang disertai angin kencang justru membuat para pebalap kehilangan kesempatan untuk berlomba.
"Aku memang meminta hujan, tetapi bukan angin sekencang itu, kan?" kata Acosta kepada TNT Sports setelah balapan dibatalkan.
MotoGP Australia 2026 menjadi balapan terakhir di Phillip Island sebelum Grand Prix Australia pindah ke Adelaide musim depan. Pembatalan tersebut membuat sirkuit ikonik itu harus mengakhiri perjalanannya di kalender MotoGP tanpa balapan utama pada musim terakhirnya.
Acosta pun menyayangkan cara perpisahan tersebut. Meski begitu, pebalap asal Spanyol itu mengingatkan bahwa Phillip Island telah memberikan banyak balapan menarik selama bertahun-tahun.
"Agak menyedihkan harus mengucapkan selamat tinggal kepada Phillip Island dengan cara seperti ini. Tetapi, kami telah menikmati banyak balapan bagus di Phillip Island."
"Karena itu, kami harus sangat berterima kasih kepada Phillip Island, para penggemar, dan semua hal yang telah diberikan sirkuit ini kepada kami," ujarnya.
Phillip Island pertama kali menjadi tuan rumah balapan Grand Prix pada 1989. Sirkuit tersebut dikenal memiliki tata letak lintasan yang khas dan kerap menyajikan persaingan menarik, meski lokasinya yang terpencil serta cuaca yang sulit diprediksi menjadi tantangan tersendiri.
Persaingan sengit juga tersaji dalam Sprint Race pada Sabtu


