Whistleblower Kasus Man City Cari Perlindungan
Whistleblower kasus Manchester City, Rui Pinto, mencari perlindungan. Ia siap bekerja sama dengan pemerintah Inggris demi dapat proteksi.
Rui Pinto merupakan peretas yang berhasil masuk ke sistem Manchester City untuk mengumpulkan data transaksi dan keuangan klub tersebut. Data itu kemudian ia bocorkan lewat Football Leaks ciptaannya dan menjadi materi penting dalam investigasi pelanggaran aturan yang dilakukan UEFA dan Premier League.
Ia ditangkap oleh kepolisian Hungaria pada 2019 di Budapest atas permintaan Portugal. Ia lalu diekstradisi ke Portugal, yang merupakan negara asalnya, dan ditahan selama 18 bulan.
Pinto lantas mulai bekerja sama dengan otoritas Portugal dan sejumlah negara lain, membuka jalan ke berbagai data yang sebelumnya terenkripsi. Karena kerja sama itu pula ia mendapatkan perlindungan saksi.
Nah, jadi persoalan buat Pinto karena program perlindungan saksi dari Portugal itu akan berakhir pada 10 Oktober mendatang. Pria 37 tahun itu pun mulai khawatir karena proses persidangan yang berkaitan dengan data darinya masih berjalan.
Ia sebelumnya sudah bekerja sama dengan otoritas Prancis, Jerman, hingga Belgia dan kini membuka diri terhadap Inggris. Di saat yang sama, Pinto mencoba melakukan penggalangan dana sejak Jumat (2/10/2026) lalu.
Dana yang terkumpul rencananya akan digunakan untuk pindah ke lokasi tersembunyi. Saat ini dana yang terkumpul mencapai 19 ribu Euro.


