WEC 2026: WRT 32 Start P9, Berharap Podium di Brasil
Team WRT 32 cuma start kesembilan di 6 Hours of Sao Paulo. Tapi, Sean Gelael dkk. tetap optimistis naik podium.
Sejak Free Practice 1 hingga sesi Hyperpole kelas Hypercar, Sirkuit Interlagos tak pernah sekalipun diguyur hujan. Namun, menariknya, di satu sesi terakhir yang menentukan, race 6 Hours of Sao Paulo diperkirakan berlangsung dalam kondisi basah.
Hal itulah yang diantisipasi semua tim, terutama di kelas Hypercar. Dengan hujan diperkirakan turun dengan deras, kelas Hypercar dihadapkan pada ban Michelin yang memiliki kembangan tak cukup banyak untuk "membuang" air pada bagian tengah.
Ban Michelin itu, walau berlaku sama untuk semua tim, namun hanya satu jenis yang tersedia. Modifikasi terhadap pola alur ban hanya boleh dilakukan atas permintaan Michelin dan disetujui oleh para Steward.
Untuk kelas LMGT3, Goodyear memiliki kembangan berbeda dan tampaknya akan cukup untuk dipakai pada kondisi basah ekstrem sekalipun.
Hujan diprediksi bisa mengubah peta persaingan. Tim-tim yang punya catatan dan persiapan bagus di lintasan kering selama latihan hingga kualifikasi belum tentu akan sama bagusnya di lintasan basah, dan itu juga berlaku sebaliknya.
Pada sesi kualifikasi kelas LMGT3, Sabtu (11/7), Team WRT 32 cuma bisa menuntaskan di sesi di posisi kesembilan.
Pebalap WRT 32 sekaligus jagoan tuan rumah, Augusto Farfus, berharap timnya bisa terbantu oleh hujan turun selama balapan.
"Belakangan ini memang kami mendapat hasil kurang baik di Interlagos, walau persiapan yang kami lakukan untuk mengembangkan BMW M4 GT3 sangat matang. Karena itu saya sangat ingin meraih minimal podium, syukur-syukur bisa menang," kata Farfus dalam rilis kepada detikSport.
Heart of Racing Team #23 meraih pole position di kelas LMGT3, sementara itu


