Veda Ega Pratama: Dari Pasar Sapi, Kini Raih Podium Moto3
Sensasi Veda Ega Pratama di Moto3 terus berlanjut. Pemuda 17 tahun yang dulu berlatih di parkiran pasar sapi itu, kini berhasil menembus podium kejuaraan dunia.
Veda Ega mencuri perhatian dalam dua seri Moto3 2026. Setelah finis di Moto3 Thailand, rider Honda Team Asia itu meraih podium ketiga di Moto3 Brasil.
Perjalanan panjang dijalani oleh Veda Ega untuk sampai ke ajang balap dunia. Berlatih sejak usia balita, empat tahun, pebalap asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, itu kini terus berjuang untuk menembus MotoGP.
Kecintaan Veda Ega pada ajang balap motor muncul sejak anak-anak. Ayahnya, Sudarmono, merupakan pebalap nasional.
Sudarmono turun di beberapa kelas balap motor dalam kariernya. Dia pernah menunggangi motor bebek hingga motorsport 600cc dalam ajang balap kuda besi.
Melihat Sudarmono balapan, Veda Ega lantas tertarik pada olahraga balap motor. Sejak usia lima tahun, dia sudah berkenalan dengan motor.
Sudarmono juga mendirikan sebuah sekolah balap dengan nama Mons 54 Private. Selain Veda Ega, M. Diandra Trihardika, juara Kejurnas Motoprix 2025, merupakan murid pertama dari Mons 54 Private.
Kendati sudah kenalan dengan motor, Veda Ega tak langsung melibas lintasan aspal. Dia sempat menjajal motokros untuk membentuk mental membalapnya.
Dilansir oleh beberapa sumber, Veda Ega baru menjajal lintasan aspal pada usia delapan tahun. Di Wonosari, infrastruktur balapan belum ada. Alhasil, lapangan parkir Pasar Hewan Siyono, Playen, Gunungkidul, menjadi 'sirkuit' dadakan untuk menempa Veda Ega.
Mons 54 Private setidaknya juga mempunyai dua tempat latihan lain: Sirkuit Boyolali dan kadang juga berlatih di Mijen, Semarang. Tempat latihan itu harus didatangi dengan menempuh perjalanan jauh dari Yogyakarta ke Jawa Tengah.


