Tijjani Reinders Akui Pindah ke Arab Saudi karena Uang
Bintang sepakbola Belanda Tijjani Reijnders melakoni musim debut di Arab Saudi bersama Al Qadsiah. Reijnders mengakui, kepindahannya itu termotivasi uang.
Reijnders bergabung Al Qadsiah hanya semusim setelah memperkuat Manchester City. Gelandang berdarah Indonesia itu ditebus seharga 60 juta euro, dan akan menerima gaji lebih dari 100 juta euro (Rp 2,04 triliun) selama lima tahun.
Reijnders toh langsung gacor. Tiga gol disumbangkan Reijnders dalam enam penampilannya di Liga Arab Saudi.
Dengan bayaran sebesar itu, Tijjani Reijnders mengungkapkan rencananya untuk tidak bekerja lagi setelah gantung sepatu nanti. "Tadinya ada beberapa opsi lain, tapi tidak terwujud atau pun mandek karena besarnya tebusan. Pada akhirnya aku mulai berpikir: apakah aku ingin bertahan semusim lagi di Man City tanpa merasa sepenuhnya bahagia, atau apakah aku memilih mengambil petulangan baru?" ungkap dia.
"Itulah saat aku bicara dengan Al Qadsiah dan pelatihnya, dan setelah obrolan itu, aku jadi sangat antusias," sambung Reijnders kepada Voetbalzone.
Saat ditanya apakah uang jadi dorongan di balik kepindahannya, kakak Eliano Reijnders itu menjawab terus terang. "Sudah pasti ada peran uang. Setelah karier sepakbolaku berakhir, aku enggak mau kerja lagi," kata pesepakbola berusia 28 tahun ini.
"Aku pun tidak harus kerja setelah meninggalkan Manchester City, tapi sekarang aku juga bisa membantu generasi selanjutnya di keluargaku. Keamanan finansial adalah prioritasnya. Aku enggak akan bohong soal ini, apabila nanti cucu-cucuku bisa hidup dari ini jadi mengapa tidak diambil?"
"Ketika Anda pindah ke Arab Saudi, orang-orang menuduhmu melakukannya hanya demi memenuhi kantongmu dengan uang. Ketika Anda ditawari gaji seperti itu, coba saja bilang tidak.


