Sandy Walsh & Ragnar ke Persib, Pemain Diaspora Ramai-ramai ke Indonesia
Kedatangan Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen ke Persib Bandung menambah daftar pemain diaspora ke Indonesia. Sebanyak 12 pemain berbondong-bondong 'pulang'.
Sebelum Sandy dan Ragnar, sudah ada 10 pemain diaspora yang bergabung ke klub Indonesia. Gelombang kedatangan pemain keturunan dimulai sebelum musim baru Super League 2025/26.
Jens Raven, Rafael Struick, Jordi Amat, Thom Haye, dan Eliano Reijnders menjadi pelopor. Mereka tersebar di klub-klub besar seperti Bali United, Dewa United, Persija Jakarta, dan Persib Bandung.
Kemudian Shayne Pattynama, Cyrus Margono, Mauro Zijlstra ikut menyusul ke Persija Jakarta pada pertengahan musim. Di saat yang sama ada juga Ivar Jenner ke Dewa United dan Dion Markx ke Persib.
Gelombang kedatangan para pemain berpengalaman sepakbola ini tidak serta-merta langsung memberikan dampak positif. Hanya Jordi Amat, Thom Haye, Eliano, atau Ivar yang bermain reguler bersama klubnya masing-masing.
Sementara Shayne kalah bersaing dengan Donny Tri, Cyrus hanya bermain dua kali, dan Mauro terkendala masalah kebugaran di Persija. Jens Raven dan Struick melempem, lain hal dengan Dion yang cuma main sekali di Persib.
Bagi sebagian pihak, gelombang kedatangan para pemain keturunan ini terasa mengecewakan. Padahal status mereka sebagai pemain yang tampil di Eropa sebagai pertimbangan utama saat dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Tren ini sudah diprediksi jauh-jauh hari. Dalam gelombang naturalisasi di era 2010 ke atas, para pemain berdarah Belanda juga berdatangan ke Indonesia seperti Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Sergio van Dijk, Ezra Walian, hingga Diego Mishiels.
Sandy Walsh pernah angkat bicara soal kekhawatiran publik saat masih berkarier di Belgia bersama klub KV Mechelen.


