Saatnya Davide Lepas dari Bayang-bayang Sang Ayah Carlo Ancelotti
Davide Ancelotti memulai petualangan sebagai pelatih di Lille dengan kemenangan. Saatnya Davide lepas dari bayang-bayang nama besar sang ayah, Carlo Ancelotti.
Lille menang 2-0 atas Angers di pekan pembuka Ligue 1, Minggu (23/8) malam WIB. Dua gol masing-masing dicetak oleh Giroud dan Santos.
Lille dilatih Davide Ancelotti yang baru dikontrak pada musim panas 2026 ini. Kontraknya berlaku sampai musim panas 2028.
Davide adalah pelatih muda, usianya baru 37 tahun. Davide merupakan anak dari pelatih top Carlo Ancelotti.
Davide hanya berkarier singkat sebagai pemain. Jebolan akademi AC Milan itu bermain sebagai gelandang tapi gantung sepatu pada tahun 2009 ketika terakhir membela Borgomanero. Davide pensiun di usia 20 tahun!
Davide kemudian mengambil studi ilmu keolahragaan (Sports Science) dan lulus pada usia 22 tahun. Dirinya turut mengambil lisensi kepelatihan UEFA.
Davide Ancelotti lalu bekerja sebagai asisten Carlo Ancelotti. Dimulai pada tahun 2012 di PSG dan dua tahun kemudian di Real Madrid, sebagai pelatih fisik.
Kemudian, Davide jadi asisten ayahnya di Bayern Munich, Napoli, Everton, Real Madrid, sampai Timnas Brasil. Davide sempat sebentar melatih tim Brasil, Botafogo pada 2025.
"Saya di sini untuk menulis kisah saya sendiri. Saya sangat senang menjadi seorang Ancelotti, menyandang nama keluarga ini," ujarnya dilansir dari beIN Sports.
"Hal itu tidak menjadi beban bagi saya. Namun, saya tidak ingin membandingkan diri dengan ayah saya. Saya tidak merasa tertekan karenanya," sambungnya.
"Memang benar latar belakang saya agak unik, tetapi saya sudah lama berkecimpung di dunia sepakbola. Saya memulainya di sini, di negara ini. Kemudian saya menjalani karier yang sangat panjang sebagai asisten pelatih dengan tuntutan


