Roller Coaster Thomas Tuchel
Inggris menang 3-2 atas RD Kongo di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Laga yang berjalan bak seperti naik roller coaster buat Thomas Tuchel.
Inggris vs RD Kongo main pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/6) malam WIB di Atlanta Stadium, AS. Tim Tiga Singa comeback menang 2-1.
RD Kongo bikin kejutan dengan gol cepat Cipenga di menit ketujuh. Barulah di babak kedua, brace Harry Kane bawa Inggris kunci tiket ke babak 16 besar.
Inggris harus mati-matian menggempur RD Kongo. Setelah tertinggal, ada tiga peluang emas di babak pertama.
Dua sundulan Bellingham ditepis kiper Mpasi. Mpasi jadi momok juga buat Harry Kane, dengan menepis tembakan jarak dekatnya.
Kemudian, ada insiden handsball pemain RD Kongo di dalam kotak penaltinya sendiri dan tidak dinilai pelanggaran oleh wasit. Kane yang dijatuhkan Mpasi juga dinilai tidak pelanggaran.
15 Menit akhir laga, Harry Kane jadi pembeda. Kane tuntaskan assist dari Gordon untuk bawa Inggris raih tiket ke babak 16 besar.
Manajer Inggris, Thomas Tuchel campur aduk perasaannya. Laga berjalan sangat sengit, karena RD Kongo juga berikan perlawanan dengan serangan balik cepat.
"Mudah untuk mengatakan 'kami menang' sekarang, tapi laga tadi berjalan sangat ketat. Kami kebobolan lebih dulu dan tidak melakukan pressing dengan benar di 20 menit pertama," ujarnya dari BBC.
"Namun saya tidak ragu dengan para pemain. Mereka berkomitmen dan menunjukkan taringnya," sambungnya.
Thomas Tuchel memberikan pujian kepada RD Kongo yang bermain mati-matian. Belum lagi, ada drama Kane yang dijatuhkan di dalam kotak penalti.
"Mungkin itu penalti, mungkin tidak. RD Kongo pun selalu menggagalkan upaya kami, kiper mereka bermain luar biasa," ungkapnya.
"Kami bisa merespons dan terus menekan. Kami menemukan


