Portugal: Oper, oper, oper...
Portugal langsung mendominasi pertandingan sejak sepak mula laga di NRG Stadium, Houston, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Selecao das Quinas juga unggul cepat berkat Joao Neves pada menit keenam.
Tapi dominasi dan start cepat itu tak otomatis bikin pertandingan jadi lebih mudah buat Portugal. Kongo malah kemudian pelan-pelan merebut kendali permainan dan tak membiarkan lawannya terlalu banyak mengancam.
Gol Yoane Wissa pada injury time babak pertama memberikan Kongo basis untuk menjalannya rencananya main bertahan dan mengincar serangan balik. Dengan cara itu pula mereka berhasil bikin Portugal frustrasi.
Meski memegang 68% penguasaan bola dan melakukan 804 umpan dengan 740 yang sukses, hanya tujuh tembakan yang dilepaskan Cristiano Ronaldo dkk dan satu yang on target. Ya, satu saja.
Kongo malah punya delapan tembakan dan dua di antaranya mengarah ke gawang. Bek Portugal Joao Cancelo menyadari timnya perlu banyak berbenah.
"Kami banyak menguasai bola, tapi tidak menciptakan banyak peluang bersih. Kami kekurangan intensitas di sepertiga akhir," ujarnya di situs FIFA.
"Kami seharusnya bisa bermain lebih baik dan kami membiarkan lawan mendapatkan terlalu banyak kesempatan transisi. Kami semua pemain dengan kerendahan hati yang besar."
"Kami perlu melihat apa saja yang keliru, membetulkan kesalahan-kesalahan kami, dan memenangi laga berikutnya," imbuhnya.
(raw/pur)


