Piala Dunia 2026: Susahnya Cetak Gol Penalti, Cuma 66,1 Persen yang Masuk
Piala Dunia 2026 menghadirkan fenomena menarik. Ternyata para pemain pemain semakin sulit mencetak gol lewat titik 12 pas alias dari tendangan penalti!
Data Opta Analyst menunjukkan Piala Dunia 2026 menjadi edisi dengan tingkat keberhasilan penalti terendah sejak pencatatan dimulai pada 1966.
Hingga berakhirnya babak 16 besar, termasuk adu penalti, tercatat 59 penalti telah dieksekusi di Piala Dunia 2026. Dari jumlah tersebut, hanya 39 yang berhasil menjadi gol, sedangkan 20 lainnya gagal.
Artinya, tingkat konversi keberhasilan dalam mengeksekusi tendangan penalti di Piala Dunia 2026 hanya mencapai 66,1 persen. Paling rendah dalam sejarah Piala Dunia modern.
Menariknya, penurunan efektivitas penalti bukan baru terjadi tahun ini. Sejak Piala Dunia 2014, persentase penalti yang berbuah gol terus menurun di setiap edisi.
Berikut tingkat keberhasilan penalti di Piala Dunia sejak 1990:
Jika ditarik lebih jauh lagi, seluruh 13 penalti yang terjadi pada Piala Dunia 1966 dan 1970 bahkan sukses dikonversi menjadi gol.
Secara teori, era VAR seharusnya membantu para eksekutor penalti.
Teknologi video membuat posisi kaki kiper di garis gawang hingga pelanggaran pemain yang masuk kotak penalti dapat dipantau lebih ketat. Jika terjadi pelanggaran, eksekutor berpeluang mendapat kesempatan mengulang tendangan. Tapi fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
Salah satu penyebab yang dinilai paling masuk akal adalah perkembangan analisis data dalam sepakbola modern. Kini para kiper memiliki akses terhadap data lengkap kebiasaan lawan saat mengeksekusi penalti, mulai dari arah tendangan, pola ancang-ancang, hingga persentase keberhasilannya.
Bekal informasi tersebut membuat penjaga gawang semakin siap mengantisipasi kecenderungan


