Piala Dunia 2026: Siap-siap Nonton Pertandingan yang Gak Kelar-kelar
Para penonton Piala Dunia 2026 harus siap-siap menyaksikan penundaan yang bikin pertandingan lama kelarnya. Ada protokol cuaca yang bikin itu amat memungkinkan.
Cuaca menjadi salah satu isu utama dalam gelaran Piala Dunia 2026, khususnya di Amerika Serikat. Pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025 tahun lalu, yang sekaligus jadi ajang pemanasan untuk Piala Dunia, terjadi banyak penundaan terkait cuaca.
Saat itu setidaknya ada enam pertandingan yang mengalami penundaan dengan durasi beragam. Penundaan paling singkat adalah 46 menit saat Palmeiras vs Al Ahly, lalu yang terlama berlangsung hingga 2 jam di laga Benfica vs Auckland City.
Penyebab utamanya adalah badai petir. Amerika Serikat memang punya protokol khusus soal badai petir ini.
Pertandingan harus langsung dihentikan dan ditunda 30 menit jika terdeteksi petir dalam jarak 8 mil atau sekitar 13 km. Pertandingan bisa dilanjutkan jika tak ada petir di jangkauan tersebut dalam jendela 30 menit itu.
Namun kalau petir terdeteksi dalam jendela waktu itu, maka penghitungan dimulai lagi dari awal. Dengan kata lain, penundaan 30 menit dimulai lagi sejak dari petir terdeteksi kembali.
Secara umum, kota-kota dengan ancaman penundaan terbesar ada di Miami dan kota-kota di timur laut seperti New Jersey, Philadelphia, hingga Boston. Kota lain yang juga berpotensi mengalami badai petir adalah Kansas City, Dallas, dan Houston.
Sementara kota yang relatif jauh lebih aman dari ancaman petir adalah Los Angeles, Seattle, dan San Fransisco. Kota-kota di pesisir barat ini juga secara umum suhu udaranya lebih ramah ketimbang di pesisir timur yang jauh lebih panas dan lembap.
Piala Dunia 2026 akan dimulai pada Kamis (11/6/2026) waktu Meksiko, atau Jumat (12/6/2026) dini hari WIB. Ini akan


