Persija Pindah Kandang Vs Java United, Tidak Dihukum Pengurangan Poin
Persija Jakarta tidak terkena hukuman pengurangan poin meski harus pindah kandang ke Bali saat menjamu Java United. Situasi Macan Kemayoran bersifat tentatif.
Macan Kemayoran tidak bisa bermain di Jakarta dan area sekitarnya karena stadion-stadion yang tersedia digunakan pihak lain. Akhirnya Persija harus menjamu Java pada laga pekan ke-3 Super League di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 19 September mendatang.
Adapun hukuman pengurangan poin mulai diberlakukan I.League buat tim yang tidak memenuhi salah satu aspek lisensi. Hukuman ini sudah dialami Java United dan Isenmulang Kalteng setelah berganti identitas dan pindah homebase sehingga mereka memulai kompetisi dengan kondisi minus 2 poin.
Java dan Isenmulang bermain di lokasi berbeda dengan venue yang mereka daftarkan saat proses verifikasi lisensi. Java yang sebelumnya bermukim di Ternate pindah ke Semarang, sedangkan Isenmulang pindah dari Banten ke Palangkaraya.
Situasi yang dihadapi Persija berbeda dengan Java dan Isenmulang. Persija mendaftarkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai venue kandang musim ini.
I.League sudah menyiapkan skema agar klub tetap bisa bermain di kota lain saat stadion-stadion di kota asal tidak bisa digunakan. Namun setiap klub hanya bisa maksimal empat laga kandang di luar kota, lebih dari itu baru hukuman poin akan diberlakukan.
"Penggunaan Stadion alternatif terdaftar hanya diizinkan maksimal 4 (empat) kali dalam 1 (satu) musim kompetisi dengan alasan sebagaimana dijelaskan dalam ayat (7) huruf a, b dan c Pasal ini," tulis Regulasi Super League 2026/2027 Pasal 33 tentang stadion.
"Pelanggaran ayat ini akan dikenakan sanksi pengurangan 1 (satu) poin pada musim berjalan.


