Perjalanan Voli Pantai Putra Indonesia di Asian Games
Perjuangan Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi dalam perebutan gelar juara Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tuntas. Mereka harus puas dengan capaian medali perak.
Bertanding di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Sabtu (3/10/2026), Bintang/Sofyan menyelesaikan laga melawan Cherif Samba/Ahmed Janko dalam tiga set. Mereka kalah 1-2, dan gagal menyumbangkan medali emas bagi Tim Indonesia.
Padahal, jika sukses diraih, emas tersebut akan menjadi sejarah bagi voli pantai Indonesia di multievent empat tahunan tersebut. Sepanjang keikutsertaan tim Merah Putih di Asian Games, belum sekalipun meraih medali emas.
Capaian tertinggi Indonesia ialah medali perak yang diraih pada 1998 melalui Irilkhun Shofanna/Agus Salim. Mereka cuma kalah dari wakil China.
Kemudian Asian Games 2002 persembahan Agus Salim/Koko Prasetyo, yang kini menjadi pelatih voli pantai. Serta saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
Saat itu, Indonesia tak hanya meraih medali perak tapi juga perunggu. Melalui persembahan Ade Chandra Rahmawan/Mohammad Ashfiya dan Gilang Ramadhan/Danangsyah Pribadi.
Perjalanan pertandingan perebutan medali emas hari ini juga terbilang cukup ketat. Indonesia yang tertinggal di set pertama berhasil mengamankan kemenangan di set pertama 21-19.
Di set kedua, Qatar mengembalikkan keadaan. Cherif Samba/Ahmed Janko mengimbang Indonesia menjadi 1-1, usai menang 21-16.
Qatar kembali unggul di set ketiga 15-8. Indonesia harus puas dengan torehan medali perak.
1998 Perak dan Perunggu
2002 Perak
2006 Perunggu
2010 Nol
2014 Nol
2018 Perak dan Perunggu
2022 Nol
2026 Perak


