Pemanasan Timnas Basket 3x3 di Taiwan Jelang Asian Games 2026
Jelang Asian Games 2026, Timnas basket 3x3 putra terbang ke Taiwan untuk mengikuti FIBA 3x3 Challenger. Ajang ini penting untuk pembentukan mental!
Berlangsung di Kaohsiung, Taiwan, pada 5-6 September, Timnas basket 3x3 Indonesia berkekuatan empat pemain dari total delapan nama yang ikut latihan di persiapan tahap akhir.
Keempat nama itu adalah Almando Davin Nepa Bait, Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady, Erick Ibrahim Junior, dan Daffa Dhoifullah.
Mereka berangkat ke Kaohsiung dengan membawa nama Tim Balige. Sementara dua pemain, yaitu Aymane Arip dan Richard Kornelius, akan menyusul dan bergabung untuk melakukan scrimmage dengan tim/klub lokal di Taiwan pada dua hari berikutnya, 7-8 September.
Di Kaohsiung, Tim Balige akan berjuang dari babak kualifikasi. Mereka tergabung di Grup B bersama Tim Shibuya asal Jepang dan Tim Phoenix dari Amerika Serikat.
Shibuya merupakan tim profesional yang diperkuat dua pemain Jepang dan rekrutan asal Latvia, Kristaps Gluditis dan Zigmars Raimo. Mereka pemain senior dengan usia 30 tahunan. Kemudian Phoenix dari USA diisi pemain matang dengan usia 29 dan 30 tahun.Untuk di Kualfikasi Grup B, hanya Balige yang diisi pemain muda dengan usia di bawah 23 tahun.
Wakil Ketua Program 3x3 Badan Tim Nasional (BTN) DPP Perbasi sekaligus General Manager Timnas 3x3 Putra Derry Primasta Octa menegaskan pengiriman pemain muda ini sesuai regulasi Asian Games 2026 yang membatasi usia maksimal 23 tahun untuk basket 3x3.
"Pengalaman merasakan atmosfer pertandingan di ajang internasional dibutuhkan oleh pemain kita dalam membentuk karakter permainan menuju Asian Games 2026," kata Derry dalam keterangannya.
"Tim Balige dengan kekuatan pemain usia lebih muda dikirim ke ajang ini dengan tujuan membentuk mental


