Pemain 19 Tahun Jadi Mimpi Buruk Arsenal: Modal Pede, Tak Latihan Penalti
Fleetwood Town membuat kejutan dengan menyingkirkan Arsenal dari Carabao Cup 2026/2027. Bek berusia 19 tahun, Conor Haughey, menjadi penentu kemenangan lewat adu penalti meski mengaku tak berlatih khusus untuk situasi tersebut.
Fleetwood menang 5-3 dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit pada babak keempat di Highbury Stadium, Selasa (27/10/2026) malam waktu setempat.
Fleetwood lebih dulu unggul melalui Aaron Loupalo-Bi pada menit ke-21. Arsenal menyamakan kedudukan lewat Viktor Gyökeres pada menit ke-50, tetapi gagal membalikkan keadaan.
Peluang Arsenal semakin sulit setelah pemain muda Max Dowman dikartu merah pada menit ke-85 karena menendang Harrison Neal. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir.
Dalam adu penalti, kiper Fleetwood Jay Lynch menggagalkan eksekusi Bruno Guimarães. Haughey kemudian maju dan melepaskan tembakan keras ke sudut kiri atas gawang untuk memastikan kemenangan timnya.
Haughey mengaku kepercayaan diri menjadi modalnya saat menghadapi tekanan sebagai penendang penentu, sekalipun yang dihadapinya adalah Arsenal sang juara bertahan Premier League.
"Memang begitulah saya dibesarkan. Saya orang Belfast. Di tempat saya tumbuh, kalau tidak percaya diri, Anda akan dilibas. Jadi, apa pun yang dilakukan, hadapi saja dengan tenang dan percaya diri," kata Haughey seperti dikutip Goal.com.
Bek Irlandia Utara itu juga mengatakan para pemain Fleetwood saling percaya karena berlatih bersama setiap hari. Menurutnya, seorang eksekutor harus sudah tahu ke mana bola akan diarahkan dan mampu menempatkannya sesuai rencana.
"Kami saling percaya pada kemampuan masing-masing karena berlatih bersama setiap hari. Anda sudah tahu ke mana bola akan diarahkan. Tinggal memastikan kemampuan teknis


