Pelita Jaya Buka Peluang Main di East Asia Super League
Dalam kunjungannya, Adam didampingi Manajer Tim Pelita Jaya, Adhi Pratama. Mereka meninjau berbagai fasilitas mulai dari arena pertandingan, hotel, hingga akses transportasi umum di sekitar venue.
Kebetulan, skuad Pelita Jaya juga tengah menjalani latihan menuju final four Indonesian Basketball League (IBL) yang dimulai 23 Mei mendatang.
"Saya berada di sini karena Indonesia adalah pasar besar. Indonesia memiliki musim bola basket yang indah. Dan kami memiliki hubungan dengan IBL. Hari ini saya mendapat kesempatan datang bertemu tim Pelita Jaya dan melihat markas mereka, bagaimana fasilitas tim dan berbicara tentang EASL," kata Adam.
Adam menilai fasilitas Pelita Jaya sangat mendukung untuk level kompetisi internasional. Menurutnya, lokasi PJ Arena juga strategis karena dekat dengan transportasi umum dan hotel.
"Fasilitas Pelita Jaya sangat baik. Lokasi venue dikelilingi banyak transportasi umum, sehingga akan memudahkan penonton yang datang, juga dekat dengan hotel."
"Sekarang, kami fokus ke Asia Tenggara. Semoga suatu hari nanti, kita bisa bekerja bersama," ujar Adam.
Manajemen Pelita Jaya menyambut positif peluang tampil di EASL. Adhi Pratama menyebut kompetisi tersebut bisa meningkatkan pengalaman para pemain, terutama pemain muda.
"Sampai saat ini belum ada kepastian (apakah PJ main di EASL). Mereka masih lihat venue dan lain-lain. Tapi kalau kami main EASL tentu dapat meningkatkan jam terbang para pemain, terutama yang muda, dengan level yang lebih tinggi," kata Adhi.
"Kami lihat tim-tim EASL bagus-bagus. Pemain kami butuh pertandingan yang lebih banyak jadi bagus bila bisa ikutan untuk menambah jam terbang pemain," tambahnya.
Pebasket Pelita Jaya, Agassi Goantara, juga antusias dengan kemungkinan tampil di EASL.


