Pebulutangkis yang Kandas di Audisi PB Djarum Masih Bisa Raih Super Tiket
Persaingan memperebutkan Super Tiket semakin mengerucut pada hari keempat Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (12/9/2026).
Selain diberikan melalui jalur turnamen, Super Tiket juga menjadi kesempatan bagi peserta yang belum mampu melangkah jauh di arena pertandingan, tetapi dinilai memiliki potensi untuk berkembang menjadi atlet berkualitas di masa depan.
Setelah empat hari melakukan pemantauan secara langsung dari tepi lapangan, Tim Pencari Bakat PB Djarum mulai mengantongi sejumlah nama yang dinilai layak mendapat perhatian lebih.
Legenda bulutangkis PB Djarum sekaligus anggota Tim Pencari Bakat, Hastomo Arbi, mengatakan proses pencarian bakat dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya melihat hasil pertandingan, tim juga memperhatikan berbagai aspek yang dapat menjadi modal seorang pemain untuk berkembang.
"Saya mengantongi beberapa nama karena saya lihat skill mereka itu bagus sekali. Dari cara bertandingnya ada yang berbeda dari pemain lain dan juga dari postur tubuh. Tapi penilaian yang terpenting ialah bagaimana kita bisa memproyeksikan apakah mereka bisa diasah dan menjadi atlet berkualitas di masa mendatang," ujar Hastomo.
Peraih Piala Thomas 1984 tersebut menegaskan, hasil pertandingan bukan menjadi satu-satunya ukuran. Tim Pencari Bakat juga berusaha melihat potensi jangka panjang seorang pemain, hal yang ditegaskan oleh Maria Kristin Yulianti selaku anggota Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026 dari sektir putri.
"Biasanya, kandidat peraih Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat ini berasal dari peserta yang gugur di babak turnamen di 32 besar. Kami melihat kerja keras dan daya juang mereka di lapangan, jadi tidak hanya hasil akhir semata," ujar Maria


