Paraguay Pergi dengan Kepala Tegak, Sudah Habis-habisan Lawan Prancis
Kiper Paraguay Orlando Gill mengatakan, timnya layak bangga usai disingkirkan Prancis. Paraguay sudah bermain habis-habisan meski akhirnya kalah.
Kiprah Paraguay di Piala Dunia 2026 berhenti di babak 16 besar, menyusul kekalahan 0-1 dari Prancis pada Minggu (5/7) dinihari WIB. Albirroja membuat frustrasi lawan selama lebih dari sejam waktu permainan, sebelum Kylian Mbappe menciptakan gol penalti yang jadi pembeda.
Kekalahan itu gagal membawa Paraguay mengulang pencapaian terbaiknya ketika melaju hingga delapan besar Piala Dunia 2010. Meski demikian, tak bisa dipungkiri hasil ini cukup oke untuk menandai comeback Paraguay setelah gagal menembus putaran final di Brasil, Rusia, dan Qatar.
"Kami pergi dengan kepala tegak, kami sudah mengerahkan segalanya di atas lapangan," ujar Gill dilansir ABC Deportes. "Kami bisa saja memaksakan laga lanjut ke perpanjangan waktu karena kami bertahan dengan sangat baik."
Paraguay mengusung taktik bertahan saat menghadapi Prancis. Paraguay tercatat cuma melepaskan lima percobaan, dan cuma empat kali menyentuh bola di kotak penalti lawan. Orlando Gill sendiri melakukan empat menyelamatan. Namun, permainan kasar Paraguay jadi sorotan sampai-sampai Mbappe sangat kesal.
"Beginilah sepakbola, jika mereka tidak terbiasa dengan ini apa yang bisa kami lakukan?" ceplos Gill.
"Paraguay memang seperti ini, sebuah tim yang keras. Sejak pertama kami berlaga, kami ingin menunjukkan kehadiran kami, untuk memperlihatkan ketangguhan kami, bahwa jika bolanya lolos, maka pemainnya jangan, dan kurasa tim berkelakuan baik," dia menegaskan.


