Paolo Maldini dan Keos di Tubuh Federasi Sepakbola Italia
Paolo Maldini yang mau mundur dari federasi sepakbola Italia (FIGC), jadi drama besar. Hal itu jadi bukti ada sesuatu yang salah di dalam federasinya.
Dilansir dari beIN Sports, Paolo Maldini baru ditunjuk jadi Direktur Teknik FIGC 11 hari lalu. Rekannya, Leonardo Araujo turut ditunjuk selaku penasihat teknis.
Tugas mereka adalah mencari pelatih baru Timnas Italia, setelah Gli Azzurri gagal ke Piala Dunia 2026. Italia sudah tiga edisi gagal lolos ke panggung sepakbola tertinggi sedunia itu.
Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti didekati, keduanya gagal didapat. Guardiola kabarnya bayarannya terlalu tinggi, sementara Ancelotti hormati kontraknya bersama Timnas Brasil.
Andrea Pirlo jadi pilihan ketiga, yang akhirnya bisa didapat. Tapi masalah lain datang.
Andrea Pirlo jadi duta perusahaan judi asal Rusia, Fonbet. Di Italia, judi merupakan aktivitas ilegal di dunia olahraga.
Pirlo mengaku dirinya dipolitisasi. Pirlo menegaskan kalau pekerjaannya itu didapat di luar dari Italia.
Paolo Maldini dan Leonardo dilaporkan terpukul atas gagalnya perekrutan Andrea Pirlo. Keduanya yang sampai memilih mundur, pasti ada sesuatu yang salah di dalam FIGC. Khususnya kepada Presiden FIGC, Giovanni Malago.
"Kami mengetahui pengunduran diri Maldini dan Leonardo melalui televisi dan telah mengkonfirmasinya. Itu tidak mengejutkan," jelas Presiden Serie A, Ezio Simonelli.
"Secara pribadi, saya sangat menyesal. Saya pikir Maldini adalah pilihan yang sangat baik. Dia adalah sosok yang hebat, dan saya ingin dia melanjutkan demi kebaikan sepakbola Italia secara keseluruhan," sambungnya.
Gian Carlo Abete, presiden liga amatir, tidak bisa menyembunyikan rasa malunya. Kabar mundurnya Maldini dinilai tidak profesional oleh FIGC.
"Kami tidak terbiasa dengan


