MotoGP Kaji Bursa Transfer untuk Rider seperti di Sepakbola!
MotoGP sedang mengkaji kemungkinan menerapkan transfer window, alias bursa transfer, untuk perpindahan pebalap, sebuah konsep yang sudah lama digunakan dalam sepakbola.
Gagasan tersebut muncul setelah bursa pembalap MotoGP bergerak sangat cepat pada paruh pertama musim 2026. Kondisi itu bahkan dinilai berpotensi menggeser perhatian dari persaingan di lintasan.
Menurut laporan Motorsport.com, para pemangku kepentingan utama MotoGP tengah mempelajari mekanisme yang menetapkan periode tertentu bagi tim untuk mengikat pembalap. Kesepakatan yang dibuat di luar periode tersebut nantinya tidak akan dianggap sah.
Pembahasan mengenai gagasan itu berlangsung dalam pertemuan IRTA Management Council di paddock Silverstone pada Jumat pagi. Forum tersebut mempertemukan perwakilan asosiasi tim MotoGP, IRTA, serta tim-tim peserta. Direktur olahraga MotoGP Carlos Ezpeleta juga hadir.
Pertemuan berlangsung hampir tiga jam dan membahas sejumlah persoalan. Salah satunya adalah kemungkinan membuat sistem yang secara efektif menjadi "transfer window" MotoGP.
Gagasan tersebut tidak muncul tanpa alasan. Bursa pembalap untuk grid MotoGP 2027 bergerak jauh lebih cepat dibandingkan biasanya. Pada akhir Januari lalu, Fabio Quartararo dilaporkan sudah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan Honda. Jorge Martin kemudian diproyeksikan mengambil tempat Quartararo di Yamaha.
Tidak lama berselang, masih pada Januari, kesepakatan Pedro Acosta dengan Ducati juga mencuat. Acosta diproyeksikan mengisi kursi tim pabrikan Ducati dan menjadi rekan setim Marc Marquez. Pergerakan tersebut membuat sebagian besar kursi untuk MotoGP 2027 sudah terisi jauh sebelum jeda musim panas.
Sekitar 80 persen kursi yang tersedia disebut telah memiliki pembalap sebelum jeda


