Momen Spesial Teja Paku Alam: Antar Persib Juara dan Catat Rekor Nirbobol
Keberhasilan Persib Bandung menjuarai Super League 2025/26 menjadi momen spesial buat Teja Paku Alam. Sang kiper mencatat rekor nirbobol era Liga Indonesia.
Persib keluar sebagai juara Super League setelah bermain imbang 0-0 dengan Persijap Jepara, Sabtu (23/5/2026). Tambahan 1 poin sudah cukup bagi Persib untuk mengunci gelar dengan raihan 79 angka.
Meski capaian poin itu disamakan Borneo, namun Persib berhak atas trofi berkat keunggulan head-to-head. Gelar ketiga beruntun buat Persib terasa semakin lengkap buat Teja dengan pecahnya rekor clean-sheet alias nirbobol.
Hasil imbang 0-0 membuat Teja mencatat 18 kali nirbobol sepanjang musim. Catatan itu merupakan terbanyak yang dicatatkan seorang kiper di era Liga Indonesia (Ligina) yang dimulai sejak tahun 1994.
Sebelumnya rekor ini dipegang oleh Yoo Jae-hoon yang mencatat 17 kali catatan nirbobol bersama Persipura Jayapura di Indonesia Super League (ISL) 2013.
Menariknya, rekor Teja diraih di hadapan Yoo Jae-hoon langsung yang saat ini menjadi pelatih kiper Persijap.
Catatan itu menegaskan pertahanan kuat yang digalang para pemain belakang Persib. Maung Bandung menjadi tim paling sedikit kebobolan dengan hanya 22 kali dibobol lawan.
Namun, I.League menganugerahkan gelar kiper terbaik kepada penjaga gawang Borneo FC Samarinda, Nadeo Argawinata. Sampai pekan terakhir, Nadeo mencatat 135 kali penyelamatan.
Sementara Teja tidak masuk nominasi kiper terbaik. Dibanding Nadeo, Teja hanya melakukan penyelamatan di kisaran 60-an kali.


