Mo Salah dan Warisan Kedamaian
Mohamed Salah tak cuma tinggalkan Liverpool dengan sederet prestasi. Salah bawa kedamaian di Kota Liverpool, khususnya soal wajah Islam.
Sejak bergabung ke Liverpool pada tahun 2017, Mohamed Salah tidak hanya mencatatkan prestasi gemilang. Pemain asal Mesir ini juga memberi dampak besar bagi penurunan angka-angka kejahatan, kebencian, dan komentar anti-muslim di Inggris.
Melansir dari Football TNT, studi dari Universitas Stanford mengatakan bahwa sejak kedatangan Mohamed Salah, tingkat kejahatan dan kebencian terhadap muslim turun sebesar 19 persen di Kota Liverpool. Sementara komentar anti-muslim turun sebesar 50 persen.
Penurunan yang signifikan ini tidak hanya membawa kedamaian bagi penduduk Kota Liverpool, namun juga memberi citra positif terkait umat muslim di sepakbola Eropa.
Mohamed Salah memang kerap kali menghadirkan sisi islami saat berada di lapangan. Pemain berusia 33 tahun itu sering melakukan sujud syukur usai mencetak gol. Ia juga pernah berbuka puasa di tengah lapangan saat final Liga Champions 2018/19.
Kebiasaan yang dilakukan Salah tersebut ternyata mampu mengurangi stigma buruk terhadap Islam. Ini juga membuktikan bahwa toleransi dan dukungan antar umat beragama semakin dijunjung tinggi di Inggris.
Mohamed Salah bergabung dengan Liverpool pada bursa transfer tahun 2017 lalu dari AS Roma. Sejak saat itu, secara konsisten ia banyak mencetak rekor dan menjadi pemain paling berpengaruh bagi The Reds.
Di Liga Inggris, Salah tercatat membukukan 189 gol dan 93 assist dalam 315 penampilan. Ini menjadikan Salah memiliki rata-rata 2,13 poin per laga (Points per Games/PPG).
Di level Eropa, Salah menjadi pemain kunci di Liga Champions. Ia mengoleksi 47 gol dan 20 assist dalam 82 penampilan. Secara keseluruhan, ia


